Depok | Sketsa Online –Â Arus digitalisasi, perkembangan teknologi, dan persaingan usaha yang semakin kompetitif telah mengubah lanskap perekonomian. Di tengah dinamika tersebut, koperasi dinilai tetap memiliki posisi strategis sebagai pilar ekonomi kerakyatan karena mengedepankan semangat gotong royong, pemerataan, serta kepemilikan bersama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., mengatakan koperasi bukan sekadar badan usaha yang menghimpun modal anggotanya. Lebih dari itu, koperasi merupakan instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat, memperluas kesempatan berusaha, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, kata H. Hamzah, menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan investasi besar maupun pertumbuhan sektor formal.
Kemajuan ekonomi nasional juga harus bertumpu pada kekuatan masyarakat melalui usaha-usaha produktif yang dikelola secara bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Selamat Hari Koperasi Nasional. Momentum ini mengingatkan kita bahwa koperasi bukan hanya tempat menjalankan usaha, tetapi juga wadah membangun ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kesejahteraan bersama,” ujar H. Hamzah, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kapasitas manajerial, terbatasnya jaringan pemasaran, hingga belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan bersama agar daya saing UMKM semakin meningkat.
Persoalan tersebut, lanjut Hamzah, tidak dapat diselesaikan secara individual. Diperlukan kelembagaan ekonomi yang mampu menjadi wadah kolaborasi, memperkuat posisi pelaku usaha, serta meningkatkan kemampuan mereka menghadapi perubahan pasar.
Dalam konteks itu, koperasi memiliki peran yang semakin penting. Selain menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah, koperasi juga berfungsi sebagai pusat pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan jaringan pemasaran, hingga memperkuat daya tawar anggotanya.
“Koperasi menjadi salah satu solusi untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Ketika dikelola secara profesional, koperasi mampu membantu anggotanya berkembang, meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus memperluas peluang memperoleh nilai tambah dari setiap aktivitas ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, H. Hamzah juga menyambut baik Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional dari tingkat desa dan kelurahan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada kawasan perkotaan maupun kelompok usaha berskala besar.
Ia meyakini, koperasi yang tumbuh dan berkembang di tingkat lokal akan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah. Dampaknya bukan hanya meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat sektor UMKM, serta memperkokoh ketahanan ekonomi daerah.
“Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput. Program ini perlu mendapat dukungan seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk di Kota Depok,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok yang membidangi sektor perekonomian, H. Hamzah menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung pertumbuhan koperasi yang sehat, profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing koperasi di tengah perkembangan ekonomi modern.
Selain penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial, literasi digital, serta kepekaan terhadap perkembangan pasar agar mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan jati diri koperasi sebagai gerakan ekonomi berbasis kekeluargaan.
H. Hamzah menegaskan, keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya aset maupun keuntungan yang diperoleh. Lebih dari itu, koperasi harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Koperasi harus terus berinovasi, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi digital agar semakin dipercaya masyarakat. Jika dikelola dengan baik, koperasi akan menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh, mandiri, adaptif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah menekankan pentingnya regenerasi dalam gerakan koperasi. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci agar koperasi terus menghadirkan inovasi, kreativitas, dan transformasi digital dalam pengelolaan organisasi maupun pengembangan usaha.
Ia berharap koperasi mampu berkembang menjadi organisasi ekonomi modern yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar berupa kekeluargaan, gotong royong, demokrasi ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan.
“Mari jadikan Hari Koperasi Nasional sebagai momentum membangkitkan kembali semangat berkoperasi. Dengan kebersamaan, profesionalisme, dan inovasi, saya optimistis koperasi akan semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan ekonomi yang benar-benar dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tutupnya. (el’s)



