Depok | Sketsa Online – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan sebagai hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa.
Nilai pengorbanan, persatuan, gotong royong, dan cinta Tanah Air yang menjadi fondasi lahirnya Indonesia perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
Semangat itulah yang diusung dalam Gebyar HUT RI ke-81 RW 09 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Mengangkat tema “Meneguhkan Semangat Kemerdekaan, Memperkuat Solidaritas, dan Membangun Partisipasi Warga RW 09 yang Berdaya,” kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan sedikitnya 15 cabang perlombaan dan ratusan doorprize, tetapi juga menjadi ruang memperkuat interaksi sosial, membangun kepedulian antarwarga, serta menumbuhkan budaya gotong royong.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok, Hj. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., mengapresiasi konsistensi masyarakat RW 09 yang terus menjaga tradisi memperingati Hari Kemerdekaan.
Menurutnya, peringatan 17 Agustus memiliki fungsi edukatif karena menjadi media untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan karakter kebangsaan kepada generasi penerus.
“Gebyar HUT RI bukan hanya untuk mempererat silaturahmi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini harus mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme dan membuka kembali kesadaran sejarah bahwa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia direbut melalui perjuangan, pengorbanan, bahkan hingga titik darah penghabisan para pahlawan. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak pernah luntur,” ujar Hj. Qonita.
Lebih lanjut, Ia menilai, tantangan membangun bangsa saat ini tidak lagi diwarnai perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan bagaimana mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu melahirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, mengisi kemerdekaan harus diwujudkan melalui karya, prestasi, kepedulian sosial, penghormatan terhadap keberagaman, serta komitmen menjaga persatuan sebagai kekuatan utama bangsa.
“Mengisi kemerdekaan bukan hanya soal membangun diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, menghormati perbedaan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta berkontribusi sesuai bidang masing-masing merupakan bentuk penghormatan terbaik kepada jasa para pahlawan,” katanya.
Menutup pernyataannya, Hj. Qonita berharap peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, merawat nilai-nilai Pancasila, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera.
“Dahulu para pahlawan berjuang mempersatukan bangsa dan merebut kemerdekaan. Hari ini tugas kita adalah menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik, serta memastikan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera dapat terus diwujudkan,” tutupnya. (el’s)



