Istiqomah Memuliakan Anak Yatim, H. Mazhab H.M Jadikan Muharram Spirit Kepedulian

Depok | Sketsa Online – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, H. Mazhab H. M., mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.

Menurutnya, memuliakan anak yatim bukan amalan yang hanya dilakukan saat Muharram, melainkan ibadah yang harus dijalankan secara istiqamah sepanjang tahun.

Pesan itu disampaikan H. Mazhab saat menghadiri kegiatan santunan bagi anak yatim, anak piatu, dan kaum dhuafa yang diselenggarakan Majelis Taklim Al-Kahfi RW 13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kota Depok, Sabtu (11/7/2026).

Kehadirannya menjadi wujud komitmen dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Di hadapan para jemaah, H. Mazhab mengajak umat Islam memaknai Muharram bukan sekadar awal tahun baru Hijriah, tetapi juga sebagai kesempatan memperbarui semangat berbagi, menumbuhkan empati, dan menghadirkan kasih sayang bagi mereka yang membutuhkan.

“Hari ini saya berkesempatan hadir dalam acara santunan anak yatim, anak piatu, serta para dhuafa di Majelis Taklim Al-Kahfi RW 13. Saya mengajak para jemaah agar momentum Muharram ini dijadikan spirit untuk senantiasa menyayangi dan mengasihi anak-anak yatim,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, kepedulian kepada anak yatim tidak boleh berhenti setelah peringatan Muharram berakhir. Nilai-nilai Islam mengajarkan agar perhatian dan kasih sayang kepada mereka terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya satu tahun sekali. Mari kita lakukan setiap hari,” katanya.

H. Mazhab juga menuturkan bahwa kepedulian tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi. Perhatian, doa, pendampingan, dan kehadiran yang membuat mereka merasa dicintai merupakan bentuk kasih sayang yang sama berharganya.

“Menyayangi dan mengasihi anak yatim tidak melulu dengan uang atau materi. Sentuhan kasih sayang dari kita juga merupakan bagian dari kepedulian kepada mereka,” tuturnya.

Ia menilai, setiap kesempatan bertemu anak-anak yatim selalu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati lahir dari keikhlasan berbagi dan memberi manfaat kepada sesama.

“Tidak ada yang paling membahagiakan selain kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, H. Mazhab berharap semangat Muharram mampu menumbuhkan budaya kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat.

Ketika kasih sayang, empati, dan semangat berbagi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat tidak hanya akan maju dari sisi pembangunan, tetapi juga semakin kuat dalam nilai kemanusiaan dan keislaman.

“Memuliakan anak yatim bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan kasih sayang, perhatian, dan harapan. Itulah ikhtiar kita dalam menghadirkan keberkahan sekaligus membangun masyarakat yang lebih peduli dan berakhlak mulia,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler