Depok | Sketsa Online – Usai peringatan Bulan Bung Karno sepanjang Juni, bangsa Indonesia kini memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.
Rangkaian momentum kebangsaan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus meneguhkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., menilai nilai-nilai yang diwariskan Proklamator RI, Bung Karno, tetap relevan bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjalankan tugas mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.
Menurutnya, Bung Karno mengajarkan bahwa negara harus hadir untuk melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Semangat tersebut, harus terus menjadi pedoman bagi Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Bulan Bung Karno mengingatkan kita pada nilai-nilai perjuangan, pengabdian, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat. Bung Karno mengajarkan bahwa negara harus hadir untuk melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang apa pun. Semangat inilah yang sangat relevan bagi Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Di usia Bhayangkara yang ke-80, Hj. Yuni mengajak Polri untuk terus meneladani semangat pengabdian kepada rakyat dengan menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, profesional, dan berkeadilan.
Baginya, kehadiran Polri tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Polri diharapkan terus meneladani semangat pengabdian kepada rakyat dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, humanis, dan berkeadilan. Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi sahabat masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Ketika Polri semakin dekat dengan rakyat, maka cita-cita Bung Karno tentang negara yang melayani dan melindungi rakyat akan semakin nyata terwujud,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Yuni menegaskan bahwa persatuan merupakan salah satu warisan pemikiran terbesar Bung Karno yang harus terus dijaga bersama. Di tengah keberagaman masyarakat Kota Depok, ia memandang Polri memiliki peran strategis sebagai perekat sosial dalam menjaga harmoni, memperkuat toleransi, serta merawat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baginya, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum yang tegas, tetapi juga melalui pendekatan yang dialogis, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kepercayaan publik akan tumbuh ketika masyarakat merasakan kehadiran aparat yang adil, profesional, dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga,” ungkapnya.
Hj. Yuni juga mendorong agar sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda terus diperkuat sebagai modal sosial dalam menjaga keamanan, mempererat persaudaraan, serta mendukung terwujudnya Kota Depok yang aman, toleran, dan kondusif.
Ia menambahkan, ajaran Trisakti yang digagas Bung Karno tetap relevan dalam menghadapi tantangan kebangsaan saat ini. Semangat berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, dapat menjadi inspirasi bagi Polri untuk menjalankan tugas secara profesional, independen, berintegritas, dan berkeadilan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Polri yang profesional bukan hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menghadirkan rasa keadilan dan kemanusiaan. Pendekatan humanis menjadi penting agar hukum tidak hanya dipandang sebagai instrumen penindakan, melainkan juga sebagai sarana menciptakan ketertiban, rasa aman, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Hj. Yuni menyampaikan agar peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk semakin memperkuat komitmen Polri dalam mengabdi kepada masyarakat, menjaga persatuan bangsa, serta meningkatkan kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, adil, dan humanis.
“Saya berharap Polri semakin dicintai rakyat, semakin dipercaya masyarakat, dan terus menjadi institusi yang mengedepankan nilai-nilai pengabdian, keadilan, serta semangat nasionalisme sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno. Dirgahayu Bhayangkara ke-80. Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya. (el’s)



