Depok | Sketsa Online – Pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan membangun fisik jalan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, dan mendukung kualitas hidup warga.
Karena itu, proyek pembangunan jalan pengurai kemacetan di kawasan Sawangan dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Irfan Rifai, S.H., mengapresiasi dimulainya pembangunan jalan pengurai kemacetan tersebut. Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu bukti bahwa berbagai program pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat mulai diwujudkan secara bertahap.
“Pertama, pasti senang. Yang kedua, memang itu yang kita nanti, apalagi dapilnya Sawangan. Kalau dari Sawangan mau ke kantor saja tahu sendiri, bertahun-tahun kita macet di situ. Mudah-mudahan dengan adanya ikhtiar kita ini, kemacetan bisa terurai,” ujarnya pada Rabu (17/6/26).
Ia menjelaskan, persoalan kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengaturan lalu lintas semata. Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya jumlah kendaraan, kapasitas jalan juga harus ditingkatkan agar pergerakan masyarakat maupun distribusi barang dapat berjalan lebih lancar.
Menurutnya, pembangunan jalan baru merupakan bentuk investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu lama. Selain mengurangi kepadatan kendaraan, kehadiran akses jalan alternatif juga dapat memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan kawasan di sekitarnya.
Meski demikian, Irfan mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami proses pembangunan infrastruktur berskala besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Proyek jalan pengurai kemacetan Sawangan dirancang sebagai proyek tahun jamak (multi-years), sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
“Pelan-pelan ya. Seperti yang disampaikan, ada beberapa tahapan pengerjaan mulai dari tahun ini sampai 2027 hingga 2028 secara bertahap. Harapan kita di periode pertama ini mudah-mudahan sudah bisa terealisasi semua, sehingga kemacetan di Jalan Sawangan ini bisa selesai,” jelasnya.
Irfan menilai pemahaman masyarakat terhadap tahapan pembangunan sangat penting untuk membangun optimisme sekaligus menjaga harapan yang realistis. Sebab, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari kecepatan pelaksanaannya, tetapi juga dari kualitas hasil yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Selain pembangunan jalan, Irfan juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem drainase sebagai bagian dari solusi yang terintegrasi. Kemacetan dan banjir kerap saling berkaitan. Ketika saluran air tidak berfungsi optimal, genangan yang muncul saat hujan dapat menghambat arus kendaraan dan memperburuk kondisi lalu lintas.
Karena itu, pembangunan jalan perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas drainase agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara maksimal dan berkelanjutan.
“Titik berat kita sekarang fokuskan ke drainase dulu, mulai dari drainase kecil. Pemerintah Kota Depok juga sudah mulai membenahi kali-kali. Jadi untuk aspirasi saya, utamanya drainase,” katanya.
Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa tugas DPRD tidak berhenti pada tahap penganggaran. Sebagai lembaga legislatif, DPRD juga memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai rencana dan anggaran yang telah disepakati benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Dirinya bersama Fraksi Gerindra berkomitmen mengawal pembangunan jalan pengurai kemacetan Sawangan hingga seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kita dari teman-teman Gerindra berkomitmen untuk menjaga ini. Kita inginnya ini cepat terealisasi. Pasti, kami siap mengawal,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Irfan berharap pembangunan jalan pengurai kemacetan Sawangan dapat menjadi contoh bagaimana pembangunan yang direncanakan secara bertahap, diawasi dengan baik, dan didukung oleh masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan perkotaan.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas warga akan lebih lancar, biaya perjalanan dapat ditekan, dan aktivitas ekonomi masyarakat berpotensi tumbuh lebih optimal di masa mendatang.
“Mudah-mudahan pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kemacetan di Sawangan,” tutupnya. (el’s)



