Insiden Rem Blong di Papandayan, 13 Anggota Karang Taruna Depok Dievakuasi ke Rumah Sakit

Depok | Sketsa Online – Sebanyak 13 anggota Karang Taruna Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mengalami luka-luka setelah mobil Elf yang mereka tumpangi mengalami rem blong di Jalan Kawah Papandayan, Kampung Gunung Jaya, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan tersebut tengah melakukan perjalanan wisata ke kawasan Papandayan menggunakan mobil Elf berwarna kuning bernomor polisi D 7060 AD yang dikemudikan oleh Totong Endang (54).

Saat melintasi jalur menuju kawasan wisata Papandayan, kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali. Mobil kemudian menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor polisi D 7223 DW yang berada di pinggir jalan.

Sepeda motor tersebut diketahui digunakan oleh dua mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), yakni Istina dan Misfah.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 13 anggota Karang Taruna Abadi Jaya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Para korban sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Cisurupan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Dari total 13 korban, sebanyak 11 orang telah dibawa ke Rumah Sakit Hermina Depok untuk menjalani perawatan lanjutan, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD dr. Slamet Garut.

Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman, dan Ketertiban (Pemtrantib) Kecamatan Sukmajaya, Agus Sulaeman, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga Kelurahan Abadi Jaya tersebut.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami rekan-rekan Karang Taruna Abadi Jaya. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan, keluarga korban, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi para korban,” ujar Agus pada Selasa (9/6/26).

Ia berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kami mendoakan seluruh korban diberikan kesembuhan dan kekuatan. Semoga proses pemulihan berjalan lancar serta keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.

Hingga saat ini, para korban masih menjalani perawatan dan pemulihan di rumah sakit. Sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan pihak berwenang.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap sistem pengereman kendaraan. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler