Depok | Sketsa Online – Satu keluarga di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, mengaku terisolasi setelah satu-satunya akses keluar masuk menuju rumah mereka ditutup dengan tembok beton oleh salah satu tetangga. Kondisi tersebut membuat keluarga itu kesulitan beraktivitas dan kini menanti langkah solutif dari Pemerintah Kota Depok.
Peristiwa yang terjadi di kawasan samping Toko Abu Bakar Plastik 2 itu membuat keluarga tersebut kehilangan jalur yang selama ini digunakan untuk menuju rumah. Hingga saat ini, mereka mengaku belum mengetahui secara pasti alasan penutupan karena tidak pernah menerima pemberitahuan maupun diajak berkomunikasi sebelumnya.
Menurut keterangan warga, akses tersebut masih dapat dilalui pada pagi hingga menjelang siang hari. Bahkan sekitar pukul 11.00 WIB, mereka masih keluar masuk rumah seperti biasa tanpa kendala.
Namun saat kembali sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi di lokasi sudah berubah. Jalur yang selama ini digunakan telah tertutup tembok beton sehingga tidak lagi dapat dilalui.
“Masih pagi tadi bisa lewat. Sekitar jam 11 siang kami juga masih keluar masuk seperti biasa. Tetapi saat pulang sekitar jam 2 siang, jalannya sudah ditutup dan ditembok,” ujar warga pada Sabtu (30/5/26).
Warga menuturkan, sebelumnya area tersebut memang telah dipasangi pagar besi. Namun karena masih bisa dilintasi, keluarga menganggap pemasangan itu hanya untuk merapikan lingkungan. Mereka juga sempat mendengar informasi bahwa lokasi tersebut akan digunakan sebagai kantor konsultan hukum.
Menurut pengakuannya, penutupan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Keluarga baru menyadari akses menuju rumah telah ditutup saat kembali dari aktivitas mereka dan mendapati jalur tersebut sudah berdiri tembok beton.
Akibat kondisi tersebut, keluarga sempat kesulitan untuk kembali ke rumah. Setelah berkoordinasi dengan pengurus lingkungan, mereka akhirnya diperbolehkan melintas melalui kawasan Perumahan PGRI sebagai solusi sementara karena hari sudah malam.
Meski demikian, izin tersebut disebut hanya berlaku untuk sementara waktu sehingga keluarga masih belum memiliki kepastian mengenai akses yang dapat digunakan pada hari-hari berikutnya.
“Kami bisa masuk melalui Perumahan PGRI karena kondisinya sudah malam. Tetapi untuk ke depannya kami belum tahu harus lewat mana,” katanya.
Berdasarkan kondisi yang ada, jalur yang kini tertutup itu merupakan satu-satunya akses yang selama ini digunakan keluarga untuk menuju rumah. Situasi tersebut membuat mereka merasa terisolasi karena mobilitas sehari-hari menjadi sangat terbatas.
Selain menghambat aktivitas rutin, keluarga juga mengkhawatirkan keadaan darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Mereka menilai akses yang memadai sangat penting apabila dibutuhkan layanan kesehatan, kendaraan pemadam kebakaran, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Karena itu, warga menginginkan persoalan tersebut dapat segera dimediasi oleh pengurus RT dan RW, pihak kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Depok agar seluruh pihak dapat duduk bersama mencari penyelesaian terbaik.
Mereka juga meminta pemerintah dapat membantu mencarikan jalan keluar yang memberikan kepastian akses bagi penghuni rumah tanpa mengabaikan hak pihak lain yang terlibat dalam persoalan tersebut.
Salah satu opsi yang diharapkan adalah adanya solusi terkait akses melalui kawasan Perumahan PGRI yang berbatasan langsung dengan lahan tempat tinggal mereka. Menurut warga, sejumlah fasilitas di kawasan tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan aset pemerintah daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak yang melakukan penutupan mengenai alasan maupun dasar tindakan tersebut. Tim masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
“Kami tidak mencari perselisihan dengan siapa pun. Kami hanya ingin tetap bisa pulang ke rumah dan menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasa. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak terkait untuk memfasilitasi dialog, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan tidak merugikan siapa pun,” tutup warga. (el’s)

