Depok | Sketsa Online – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengapresiasi kontribusi NU Care-LAZISNU Kota Depok yang berhasil menghimpun dan menyalurkan dana sosial sebesar Rp13 miliar dalam kurun sekitar satu setengah tahun.
Dana tersebut telah menjangkau sekitar 60 ribu penerima manfaat dan dinilai menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Apresiasi itu disampaikan Chandra saat menghadiri Launching Program Keluarga Unggul yang diselenggarakan NU Care-LAZISNU Kota Depok bersama Indomaret Berbagi di Aula Teratai, Baleka 1, Pemkot Depok, Margonda pada Selasa (23/6/26).
Program tersebut memberikan bantuan modal usaha kepada 30 pelaku UMKM serta insentif bagi 30 guru honorer dan guru ngaji sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Depok dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PCNU Kota Depok, LAZISNU, serta Indomaret Berbagi yang telah menghadirkan program yang sangat baik dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Chandra.
Menurutnya, keberhasilan menghimpun dana sosial hingga Rp13 miliar mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan secara profesional, transparan, serta tepat sasaran.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan warga melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Tadi disampaikan bahwa dalam waktu sekitar satu setengah tahun bisa terkumpul Rp13 miliar dan menjangkau sekitar 60 ribu penerima manfaat di Kota Depok. Ini tentunya sangat membantu kami di Pemerintah Kota Depok dalam ikhtiar mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Chandra menilai tantangan pengentasan kemiskinan masih membutuhkan kerja bersama. Karena itu, pemerintah memerlukan dukungan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Baginya, keberadaan lembaga filantropi seperti LAZISNU memiliki peran penting dalam memperkuat upaya pemerintah menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.
Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola yang akuntabel dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, partisipasi publik akan terus meningkat sehingga manfaat yang diberikan kepada warga semakin luas.
“Kuncinya adalah akuntabilitas. Ketika pengelolaan dilakukan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chandra menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, melainkan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang unggul merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah kota.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun mindset. Ketika manusianya unggul, maka kotanya juga akan maju,” tuturnya.
Ia menilai Program Keluarga Unggul menjadi contoh nyata kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bantuan modal usaha bertujuan meningkatkan produktivitas dan kemandirian pelaku UMKM, sementara insentif bagi guru honorer dan guru ngaji merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik serta membangun karakter generasi muda.
Menutup pernyataannya, Chandra berharap sinergi antara pemerintah daerah, LAZISNU, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari berbagai program sosial dan pemberdayaan.
“Kolaborasi seperti inilah yang harus terus diperkuat. Ketika pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, maka persoalan sosial akan lebih mudah diatasi, kesejahteraan warga semakin meningkat, dan pembangunan menuju Depok Maju dapat diwujudkan secara bersama-sama,” tutupnya. (el’s)



