Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah pelebaran sejumlah ruas jalan strategis serta perjuangan menghadirkan akses keluar-masuk (exit toll) baru di wilayah Kota Depok.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M., usai Sidang Paripurna DPRD Kota Depok terkait pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, di Gedung DPRD Kota Depok, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, persoalan kemacetan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang harus ditangani secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
“Masalah kemacetan juga sudah kita mulai. Jadi tidak ada yang hanya sebatas wacana. Program-program yang menjadi prioritas sudah berjalan dan terus kita percepat,” ujar Supian.
Ia menjelaskan, Pemkot Depok saat ini fokus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di sejumlah titik yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah perbaikan Jalan Cinere Raya, peningkatan kualitas Jalan Tapos, serta pelebaran Jalan Raya Cipayung yang dipersiapkan untuk mendukung aksesibilitas kawasan selatan Depok.
Ia menilai, pembangunan jalan pendukung harus berjalan seiring dengan pembangunan jalan tol agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, keberadaan jalan tol justru berpotensi menimbulkan kemacetan baru di sekitar akses keluar masuk kendaraan.
Karena itu, Pemkot Depok telah mengajukan permohonan kepada pengelola jalan tol agar tersedia exit toll di wilayah Depok. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya warga Sawangan, Cipayung, dan wilayah sekitarnya.
“Kami sudah bersurat kepada pengelola tol untuk dibukakan exit toll di wilayah Depok. Awalnya akses keluar lebih terhubung ke wilayah Kabupaten Bogor. Alhamdulillah ada dukungan, tetapi konsekuensinya Depok harus menyiapkan pelebaran jalan pendukung,” katanya.
Ia mengungkapkan, tanpa adanya exit toll di Depok, warga yang menggunakan ruas tol lanjutan Sawangan-Bogor berpotensi harus keluar melalui wilayah Bojonggede sebelum kembali menuju kawasan Depok. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan dapat menambah waktu tempuh perjalanan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Depok tengah mengupayakan pelebaran jalan di kawasan Tanah Merah yang akan terhubung ke Jalan Garuda, Jalan Muhidin, hingga Jembatan Serong.
Ruas jalan tersebut diproyeksikan menjadi jalur penyangga yang menampung arus kendaraan dari akses tol sehingga tidak terjadi penumpukan lalu lintas saat tol mulai beroperasi.
“Kita tidak ingin nanti tol sudah berjalan, tetapi kendaraan yang keluar justru mengalami kemacetan. Karena itu jalan-jalan pendukung harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.
Selain menyiapkan infrastruktur pendukung, Pemkot Depok juga terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Menutup pernyataannya, Supian Suri memastikan seluruh masukan DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kinerja dan mempercepat realisasi program-program prioritas.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan perkotaan, terutama kemacetan dan kebutuhan infrastruktur, dapat diselesaikan secara bertahap.
“Mudah-mudahan dengan dukungan DPRD dan masyarakat, harapan warga terkait kemacetan lalu lintas dan peningkatan infrastruktur dapat kita wujudkan bersama,” tutupnya. (el’s)



