Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) akan menggelar Festival Depok Heritage 2026 pada 27 – 28 Juni mendatang di kawasan Depok Lama.
Mengusung tema “Living Heritage: Unity Through Generations”, festival ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menelusuri jejak sejarah Kota Depok sekaligus memperingati 312 tahun perjalanan Kaum Depok yang memiliki peran penting dalam pembentukan identitas kota.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, AP., M.Si., mengatakan bahwa festival ini tidak hanya dirancang sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang menghadirkan sejarah sebagai pengalaman hidup yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Festival ini tidak hanya dirancang sebagai hiburan semata, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menghadirkan sejarah sebagai pengalaman hidup yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Eko, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, melalui berbagai kegiatan yang dikemas secara menarik dan interaktif, masyarakat diajak mengenal lebih dekat perjalanan panjang Kota Depok, memahami warisan budaya yang dimiliki, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerahnya.
Eko menjelaskan, lahirnya Depok Heritage berangkat dari kesadaran bahwa Kota Depok memiliki kekayaan sejarah yang sangat kuat, namun belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. Di balik pesatnya perkembangan Depok sebagai kota modern, masih tersimpan berbagai jejak sejarah yang perlu diperkenalkan kembali kepada generasi masa kini.
“Depok Heritage lahir dari kesadaran bahwa Kota Depok memiliki kekayaan sejarah yang sangat kuat, namun belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. Di balik perkembangan Depok sebagai kota modern, terdapat jejak sejarah yang telah berlangsung lebih dari tiga abad, termasuk perjalanan Kaum Depok yang menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas kota ini,” ujarnya.
Penyelenggaraan tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 312 tahun Kaum Depok. Momentum tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan warisan nilai yang terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Melalui tema ‘Living Heritage: Unity Through Generations’, kami ingin menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang nilai-nilai yang terus hidup, diwariskan, dan menjadi perekat kebersamaan masyarakat hingga hari ini,” tuturnya.
Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata sejarah dan budaya lokal, Pemerintah Kota Depok juga ingin memperkenalkan kembali kawasan Depok Lama sebagai ruang belajar sejarah yang hidup sekaligus destinasi wisata budaya yang memiliki karakter khas di tengah kawasan metropolitan Jabodetabek.
Karena itu, Festival Depok Heritage menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan sejarah. Salah satunya melalui Historical Studio yang menampilkan dokumentasi dan foto-foto sejarah Kaum Depok serta kawasan Depok Lama dengan dukungan teknologi audiovisual.
“Dalam pelaksanaannya, Depok Heritage menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang memungkinkan masyarakat berinteraksi langsung dengan sejarah. Salah satunya melalui Historical Studio yang menampilkan dokumentasi dan foto-foto sejarah Kaum Depok serta kawasan Depok Lama dengan dukungan teknologi audiovisual sehingga lebih mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti talkshow sejarah, tur budaya Taste of Depok Lama, kunjungan ke berbagai situs bersejarah, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat Kaum Depok yang masih menjaga tradisi dan warisan leluhurnya.
“Konsep utama Depok Heritage adalah menghadirkan sejarah sebagai pengalaman yang hidup dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya berupa pertunjukan hiburan, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Kota Depok secara lebih dekat,” jelas Eko.
Festival ini juga akan dimeriahkan dengan Parade Depok Lama yang menampilkan 12 marga Kaum Depok beserta perjalanan sejarah dan kontribusinya terhadap perkembangan Kota Depok. Selain itu, terdapat lomba mural bertema sejarah serta sajian kuliner khas Depok yang akan memperkaya pengalaman pengunjung dalam mengenal budaya lokal.
“Nilai utama yang ingin ditanamkan melalui festival ini adalah menjadikan sejarah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat diharapkan semakin menghargai keberagaman budaya sekaligus memperkuat identitas lokal yang dimiliki Kota Depok,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Depok memandang Depok Heritage bukan sekadar agenda tahunan, melainkan langkah awal dalam membangun ekosistem wisata heritage yang berkelanjutan.
“Kami memandang Depok Heritage sebagai titik awal pengembangan ekosistem wisata heritage Kota Depok, bukan sekadar festival tahunan,” katanya.
Ke depan, pemerintah berencana mengembangkan kawasan Depok Lama sebagai destinasi wisata sejarah terpadu melalui penataan trotoar bertema heritage, lampu jalan bernuansa sejarah, sistem informasi digital, penunjuk arah wisata, hingga ruang publik yang mendukung aktivitas budaya masyarakat.
Upaya tersebut juga akan diperkuat melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif lewat Pasar Depok Lama yang melibatkan pelaku UMKM kuliner, fesyen, kriya, dan berbagai produk kreatif khas Depok. Dengan demikian, pelestarian sejarah tidak hanya memberikan manfaat edukatif, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi dengan media, komunitas sejarah, pelaku budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat akan terus diperkuat untuk memperluas promosi serta meningkatkan daya tarik wisata budaya Kota Depok,” ujarnya.
Dengan kekayaan sejarah Kaum Depok yang telah berusia lebih dari tiga abad, keberadaan berbagai situs bersejarah di kawasan Depok Lama, serta dukungan berbagai pihak, Depok Heritage diharapkan berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas Kota Depok di tingkat regional maupun nasional.
Menutup keterangannya, Eko mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Depok Heritage 2026 pada 27 Juni mendatang. Baginya, festival ini menjadi kesempatan untuk mengenal kembali jati diri Kota Depok melalui sejarah, budaya, dan warisan yang telah hidup selama lebih dari tiga abad.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat Depok bukan hanya sebagai kota yang terus berkembang, tetapi juga sebagai kota yang kaya akan sejarah dan budaya yang patut dibanggakan bersama.
“Yuk, ramaikan Festival Depok Heritage 2026. Mari bersama-sama menelusuri jejak sejarah, merasakan kekayaan budaya, dan mengenal lebih dekat warisan yang telah membentuk identitas Kota Depok selama lebih dari tiga abad. Dari Depok Lama, kita belajar bahwa kemajuan sebuah kota akan semakin bermakna ketika tetap berpijak pada sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi,” tutup Eko. (el’s)



