Depok | Sketsa Online – Peringatan Bulan Bung Karno dimaknai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengusung tema “Mengenang, Menginspirasi, Melanjutkan Perjuangan”, rangkaian kegiatan yang digelar tidak hanya bertujuan mengenang jasa Proklamator RI, tetapi juga menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila melalui budaya gotong royong, persatuan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., mengatakan Bulan Bung Karno harus menjadi ruang untuk menghadirkan nilai-nilai perjuangan dalam tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Melalui momentum Bulan Bung Karno ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat Depok untuk merayakan perbedaan, memperkuat persatuan, dan membakar kembali semangat nasionalisme lewat berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan warga,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Hj. Yuni, semangat nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui seremoni semata, tetapi harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama dan semangat gotong royong.
“Nilai-nilai Pancasila akan benar-benar hidup apabila diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Donor darah, kegiatan olahraga bersama, hingga pemberdayaan UMKM adalah bentuk nyata bahwa semangat kebersamaan masih terus kita rawat,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan bakti sosial berupa donor darah dan Senam Sicita yang melibatkan masyarakat umum. Selain menjadi sarana menjaga kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi simbol pentingnya semangat saling membantu sebagai salah satu karakter bangsa Indonesia.
Partisipasi generasi muda pun mendapat perhatian melalui penyelenggaraan lomba reels Instagram dan stand up comedy. Baginya, pendekatan kreatif menjadi cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada kalangan muda.
“Kami ingin generasi muda mengenal dan mencintai nilai-nilai kebangsaan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka. Karena itu, ruang kreativitas juga kami hadirkan agar semangat perjuangan Bung Karno dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Selain kegiatan sosial dan budaya, peringatan Bulan Bung Karno juga diisi dengan festival UMKM yang dirangkaikan dengan parade hadroh dan marawis, doa bersama, serta pemotongan tumpeng.
Kehadiran para pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi salah satu semangat perjuangan Bung Karno.
“Kita ingin Bulan Bung Karno tidak hanya dikenang sebagai peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan menggerakkan ekonomi rakyat. Ketika masyarakat saling membantu dan UMKM berkembang, di situlah nilai gotong royong benar-benar hadir,” ujar Hj. Yuni.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Imam Turidi, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat tali gotong royong sekaligus mengingatkan pentingnya memahami sejarah bangsa sebagai bekal menghadapi masa depan.
Ia mengutip pesan “Jas Merah” atau “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” sebagai pengingat bahwa perjalanan bangsa harus menjadi sumber pembelajaran bagi setiap generasi.
“Pesan ‘Jas Merah’ mengingatkan kita agar tidak melupakan sejarah. Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno karena lekat dengan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan hidup dan perjuangan beliau. Semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” kata Imam.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Depok berharap Bulan Bung Karno tidak sekadar menjadi agenda peringatan tahunan, melainkan momentum untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila melalui budaya gotong royong, kepedulian sosial, penghargaan terhadap keberagaman, serta dukungan terhadap ekonomi kerakyatan demi memperkuat persatuan bangsa. (el’s)



