Kodim 0508/Depok di Hari Lahir Pancasila: Merawat Kebhinekaan dari Akar Rumput, Menjaga Persatuan Bangsa di Tengah Perubahan Zaman

Depok | Sketsa Online – Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi momentum penting untuk mengingat kembali gagasan besar para pendiri bangsa dalam meletakkan dasar negara Indonesia.

Lebih dari sekadar peristiwa sejarah, lahirnya Pancasila merupakan tonggak yang menyatukan keberagaman Indonesia dalam satu identitas kebangsaan yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan sosial yang berlangsung cepat, serta derasnya arus informasi tanpa batas, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga menyangkut penguatan karakter kebangsaan, toleransi, dan ketahanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf. Ginanjar Wahyutomo, S.H., M.Han., menilai peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan upaya nyata untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan luhur para pendiri bangsa ke dalam kehidupan masyarakat. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan kemanusiaan. Pemerintah harus hadir sebagai pengayom seluruh masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya pada Senin (1/6/26).

Menurutnya, kualitas pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, berkeadilan, dan memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan dan diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai salah satu bentuk implementasi nilai-nilai tersebut, Kodim 0508/Depok terus mendorong pembinaan Kampung Pancasila di sejumlah wilayah Kota Depok. Program ini menjadi sarana membumikan nilai-nilai kebangsaan melalui kehidupan sosial yang nyata di tengah masyarakat.

Kampung Pancasila tidak hanya menjadi simbol penguatan wawasan kebangsaan, tetapi juga ruang tumbuhnya toleransi, gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat persatuan di tengah keberagaman.

“Di wilayah Kampung Pancasila terdapat implementasi nilai-nilai ketuhanan melalui kerukunan antarumat beragama yang terjaga dengan baik. Selain itu, tumbuh kebersamaan, gotong royong, serta solidaritas sosial antarwarga. Kampung tersebut juga diharapkan memiliki kemandirian sehingga mampu mendukung berbagai program pembangunan yang ada,” jelasnya.

Melalui Kampung Pancasila, masyarakat diajak mempraktikkan secara langsung nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. Kerukunan antarumat beragama menjadi cerminan sila pertama, kepedulian terhadap sesama mencerminkan sila kedua, sementara semangat persatuan dan gotong royong menjadi implementasi sila ketiga. Budaya musyawarah serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga menjadi wujud pengamalan sila keempat dan kelima.

“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Di tengah berbagai perubahan yang terjadi saat ini, masyarakat yang memiliki rasa kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial yang kuat akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan dan persatuan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, pembinaan Kampung Pancasila juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini penting mengingat generasi milenial dan Gen Z tumbuh di era digital dengan akses informasi yang sangat terbuka.

“Pemahaman yang baik terhadap sejarah lahirnya Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk menyaring berbagai informasi secara bijak, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kolonel Ginanjar menilai, generasi muda perlu memahami bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, melainkan pedoman yang tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diselaraskan dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir masyarakat modern tanpa kehilangan jati diri bangsa.

“Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sekadar dihafalkan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak sehingga mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia,” tegas Ginanjar.

Sebagai kota penyangga Jakarta dengan masyarakat yang heterogen, Depok menjadi miniatur keberagaman Indonesia. Berbagai latar belakang suku, agama, budaya, dan profesi hidup berdampingan dalam satu ruang sosial yang sama. Karena itu, upaya memperkuat toleransi, mempererat kebersamaan, dan menjaga harmonisasi sosial menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Melalui pembinaan Kampung Pancasila, Kodim 0508/Depok berupaya merawat kebhinekaan dari akar rumput sekaligus memperkuat kesadaran bahwa persatuan merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Nilai-nilai yang tumbuh di tengah masyarakat tersebut dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul seiring perkembangan zaman,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Kolonel Ginanjar berharap momentum Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, membangun solidaritas sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

“Dengan demikian, Pancasila akan terus hidup sebagai pedoman yang mempersatukan keberagaman Indonesia sekaligus menjadi arah dalam mewujudkan masa depan bangsa yang maju, harmonis, dan berkeadilan,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler