Berdikari Lewat Karya! Hj. Yuni Indriany Teguhkan Semangat Sumpah Pemuda di Merah Muda Fest 2026

Jakarta | Sketsa Online – Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup dikenang sebagai bagian dari sejarah. Nilai perjuangan itu perlu diteruskan melalui karya, kemandirian, dan keberanian generasi muda mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Festival ini memadukan kreativitas, edukasi, hiburan, dan nilai kebangsaan dalam rangkaian kegiatan yang membuka ruang partisipasi bagi masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., memandang kegiatan semacam ini sebagai ruang untuk mendekatkan nilai kebangsaan dengan kehidupan generasi muda. Pembentukan karakter, menurut perspektif tersebut, tidak hanya bertumpu pada pemahaman sejarah, tetapi juga pada pengalaman dan keterlibatan sosial.

“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, berani mencoba hal baru, dan belajar bertanggung jawab atas pilihan serta tindakan mereka,” ujar Hj. Yuni.

Sejak pagi hingga malam, beragam agenda mewarnai festival. Selain senam bersama dan bazar, peserta dapat mengikuti lokakarya bahasa isyarat serta art & recycle, kegiatan kreatif yang memanfaatkan kembali material bekas. Pertunjukan musik dan hiburan melengkapi acara sekaligus menghadirkan ruang interaksi bagi pengunjung.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kreativitas dan pembelajaran. Lokakarya bahasa isyarat membuka wawasan mengenai komunikasi inklusif, sementara pemanfaatan material bekas memperkenalkan kreativitas yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.

Dimensi sejarah turut dihadirkan melalui agenda napak tilas yang dijadwalkan berlangsung pada sore hari dengan titik kegiatan di Museum Sumpah Pemuda. Penelusuran jejak sejarah itu mengingatkan kembali pada ikrar para pemuda pada 1928 yang menjadi tonggak penting persatuan Indonesia di tengah keberagaman.

Warisan tersebut membawa pesan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun tujuan bersama. Persatuan justru membutuhkan kesediaan untuk saling memahami dan bekerja sama di tengah beragam latar belakang.

“Sejarah Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dari keberagaman itulah kita belajar membangun tujuan bersama sebagai satu bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjaga integritas dan kepekaan sosial. Kemandirian perlu disertai karakter agar keberhasilan pribadi dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Hj. Yuni menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada anak muda untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan belajar mengambil tanggung jawab. Proses tersebut menjadi bekal untuk menghadapi perubahan sekaligus menentukan kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Kita ingin anak-anak muda tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, memiliki karakter, dan tidak kehilangan kepekaan terhadap keadaan di sekitarnya. Kemajuan seseorang akan semakin bermakna ketika ia mampu ikut mendorong kemajuan lingkungannya,” tegasnya.

Pada malam hari, rangkaian acara dijadwalkan menghadirkan Paskibra, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, doa kebangsaan, serta pembacaan ikrar Sumpah Pemuda. Agenda tersebut menghubungkan penghormatan terhadap sejarah dengan tanggung jawab menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks itu, berdikari bukan sekadar kemampuan mengandalkan kekuatan sendiri. Nilai tersebut mencakup keberanian menentukan langkah, ketekunan mengembangkan kemampuan, dan kesiapan mempertanggungjawabkan keputusan. Kemandirian menjadi lebih bermakna ketika menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi kehidupan bersama.

Menutup pernyataannya, Hj. Yuni menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi turut berkontribusi dalam menentukan arah masa depan.

“Berdikari berarti berani menentukan langkah, tekun mengembangkan kemampuan, dan siap mempertanggungjawabkan hasilnya. Saya berharap semangat itu tumbuh menjadi karakter generasi muda Indonesia, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil bagian dalam membentuk masa depan bangsa,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler