Depok | Sketsa Online – Padel Kota Depok dipastikan tampil dalam ekshibisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 setelah resmi bergabung dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok.
Momentum ini membuka jalan bagi penguatan pembinaan atlet sekaligus memperluas peluang padel Depok untuk berkembang di tingkat provinsi.
Perkembangan tersebut terlihat melalui penyelenggaraan Wali Kota Depok Padel Cup 2026 pada 17–18 Oktober 2026 di Court Dept Hause, Siliwangi, Kota Depok. Turnamen ini menjadi ruang kompetisi bagi para pemain sekaligus memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat yang lebih luas.
Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto, mengapresiasi perkembangan organisasi padel di Depok yang mulai menunjukkan aktivitas kompetitif. Menurutnya, partisipasi peserta dalam kejuaraan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan olahraga tersebut.
“KONI mengapresiasi pengurus padel Kota Depok yang tergabung dalam PBPI. Meski tergolong baru, mereka sudah mampu menyelenggarakan Kejuaraan Padel Antarkota dengan partisipasi peserta yang cukup ramai,” ujar Herry di Court Dept Hause, Siliwangi, Depok, Sabtu (17/10/2026).
Ia menilai, tingginya minat masyarakat perlu diikuti dengan peningkatan kualitas permainan dan pembinaan yang terarah. Dengan begitu, perkembangan padel tidak berhenti pada ramainya kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya pemain yang mampu bersaing.
Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu modal penting dalam proses tersebut. Herry melihat antusiasme anak muda sebagai peluang untuk memperluas basis pemain sekaligus menumbuhkan kebiasaan berolahraga di kalangan masyarakat.
“Saya melihat banyak anak muda yang terlibat. Meski kemampuan mereka masih perlu diasah, antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan olahraga ini menjadi hal yang positif,” katanya.
Herry juga mengajak warga Depok yang selama ini bermain padel di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Jakarta untuk turut mengembangkan olahraga tersebut di daerah sendiri. Partisipasi mereka diharapkan dapat memperkuat komunitas sekaligus mendukung pertumbuhan pemain lokal.
“Kami berharap para pemain yang selama ini bermain di luar Depok bisa kembali dan bersama-sama mengembangkan olahraga padel di sini,” tuturnya.
Saat ini, sebanyak 20 atlet padel telah terdaftar di KONI Kota Depok. Data tersebut menjadi salah satu pijakan awal untuk memetakan potensi pemain dan menyusun pembinaan yang lebih terarah dalam menghadapi agenda kompetisi mendatang.
Selain berdampak pada perkembangan olahraga, penyelenggaraan turnamen juga membuka peluang bagi sektor usaha di sekitar lokasi kegiatan. Kehadiran peserta dan pengunjung berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, sekaligus mempererat hubungan antarpemain dan komunitas padel.
“Menjadi tuan rumah kejuaraan dapat memperkenalkan padel Depok kepada masyarakat luas, membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat komunitas padel di Depok,” ungkap Herry.
Keikutsertaan dalam ekshibisi Porprov Jawa Barat 2026 menjadi kesempatan bagi Padel Depok untuk mengukur perkembangan sekaligus memperluas pengalaman kompetitif.
Dengan dukungan organisasi, pembinaan yang konsisten, dan regenerasi pemain, momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya atlet-atlet Depok yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Semoga anak-anak muda ini terus bersemangat, mau berolahraga, dan kebugaran mereka semakin baik. Tentu, peluang untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi juga harus terus ditingkatkan,” pungkas Herry. (el’s)







