Depok | Sketsa Online – Lurah Beji, Samsu Sadikin, mendorong penataan Setu Pladen di Kota Depok melalui penanganan sampah, pencegahan pembuangan limbah, dan pengembangan potensi perairan.
Upaya tersebut melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai pembina Pokdarwis, Samsu menilai pelestarian kawasan setu membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat agar penataan lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.
“Intinya, saya sebagai pembina Pokdarwis mendukung, karena memang kelestarian alam itu kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi. Kami sangat mendukung kegiatan apa pun yang terkait dengan Setu Pladen,” ujar Samsu pada Selasa (13/10/26).
Dalam penanganan sampah, Pokdarwis bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sampah dikumpulkan menggunakan pembatas sampah terapung yang disediakan PUPR sebelum diangkut oleh petugas terkait.
Pencegahan pembuangan limbah ke saluran air yang bermuara ke Kali Gendong dan Setu Pladen juga menjadi perhatian.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, pihaknya telah memasang spanduk dan mendatangi sejumlah pelaku usaha untuk mengingatkan agar tidak membuang sampah maupun limbah yang mengandung lemak ke saluran air.
“Saya sudah bikin spanduk, sudah mendatangi beberapa pengusaha, dan setiap berkeliling untuk menjaga lingkungan serta kebersihan, kami selalu mengimbau agar tidak membuang sekecil apa pun limbah, baik sampah maupun cucian yang mengandung lemak, ke aliran setu dan Kali Gendong,” katanya.
Pengawasan turut melibatkan Pokdarwis dan kelompok pecinta lingkungan Grassroot. Samsu meminta keduanya melaporkan dugaan pembuangan limbah oleh pelaku usaha agar dapat ditindaklanjuti melalui teguran dan edukasi.
“Kalau ada pengusaha UMKM ataupun yang besar, laporkan kepada saya. Nanti saya akan tegur dan edukasi agar tidak lagi membuang limbah cair atau lemak ke gorong-gorong yang alirannya menuju Kali Gendong dan setu,” tuturnya.
Selain pembenahan lingkungan, pengembangan potensi Setu Pladen didukung bantuan 1.500 benih ikan dari Pemerintah Kota Depok dan DPRD Kota Depok. Bantuan tersebut terdiri atas 500 benih lele dan 1.000 benih nila.
Samsu menjelaskan, benih ikan belum langsung ditebar ke setu karena ukurannya masih kecil. Untuk sementara, benih dibesarkan di kolam karantina yang disiapkan anggota Pokdarwis di Kelurahan Beji.
Menutup pernyataannya, Ia mengungkapkan, setelah kawasan tertata, Pokdarwis mempertimbangkan kegiatan mancing mania untuk membantu biaya operasional kelompok sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Setu ini kita benahi dulu, kita buat cantik. Kalau memang sudah tertata, mungkin bisa dengan mancing mania untuk membantu biaya operasional. Selain itu, UMKM juga biar hidup,” pungkas Samsu Sadikin. (el’s)







