Maulid Penuh Berkah, Hj. Yuni Indriany: Jadikan Momentum Ini Madrasah Meneladani Keluhuran Rasulullah

Depok | Sketsa Online – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Majelis Taklim Nurul Hidayah RT 005/RW 005 di Mushallah Nurul Hidayah, Jalan Rawa Sari III, Selasa (6/10/2026), menjadi momentum untuk mengambil pelajaran dari akhlak dan perjalanan hidup Rasulullah.

Hadir sebagai undangan, Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., mengajak masyarakat menjadikan peringatan itu sebagai ruang untuk bercermin. Baginya, mengenang Rasulullah seharusnya berjalan bersama dengan upaya menghadirkan ajaran beliau dalam keseharian.

“Yang kita peringati bukan hanya sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi bagaimana perjuangan, akhlak, dan cara beliau memperlakukan sesama bisa menjadi cermin bagi kita. Dari situ, kita belajar memperbaiki diri,” ujar Hj. Yuni.

Pesan itu dapat dimulai dengan memahami empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Keempatnya bukan sekadar untuk diketahui, melainkan dapat menjadi pedoman dalam membangun sikap terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Salah satu yang paling dekat dengan keseharian adalah amanah. Kepercayaan hadir dalam banyak bentuk, mulai dari keluarga hingga tanggung jawab yang diberikan di lingkungan sosial.

“Kalau seseorang diberi kepercayaan, yang harus dijaga bukan hanya jabatannya, tetapi kepercayaan orang yang memberikan amanah. Itu yang menurut saya sangat penting kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya, karakter semacam itu tidak terbentuk secara tiba-tiba. Kebiasaan menjaga kepercayaan, berkata jujur, dan bertanggung jawab perlu dikenalkan sejak lingkungan paling dekat agar menjadi bagian dari keseharian.

“Kalau nilai-nilai itu sudah dibiasakan dari rumah, insyaallah akan terbawa ketika kita berada di tengah masyarakat. Jadi bukan hanya tahu sifat Rasulullah, tetapi mencoba menghadirkannya dalam perilaku kita,” ucapnya.

Kebiasaan yang dibangun dari rumah kemudian terbawa ketika seseorang berinteraksi dengan masyarakat. Kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta cara menyampaikan kebaikan menjadi perilaku yang dapat dirasakan orang lain.

Pada akhirnya, pelajaran dari Rasulullah tidak berhenti pada pengetahuan tentang sifat-sifat beliau. Ada proses untuk mengubah apa yang diketahui menjadi kebiasaan, lalu menjadikannya bagian dari karakter.

“Semoga Maulid ini tidak hanya menjadi kegiatan yang kita rayakan bersama, tetapi juga mengingatkan kita untuk terus memperbaiki diri. Mulai dari keluarga, lingkungan sekitar, sampai bagaimana kita menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Hj. Yuni. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler