Depok | Sketsa Online – Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok sekaligus Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, menekankan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 harus menjadi momentum memperkuat persatuan dan menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan serta kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
H. Hamzah mengatakan, Pancasila menjadi titik temu di tengah perbedaan suku, agama, pandangan, maupun pilihan politik. Dalam kehidupan demokrasi, perbedaan merupakan hal yang tidak terpisahkan, namun tidak boleh mengganggu persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga titik temu seluruh anak bangsa. Di tengah perbedaan suku, agama, pandangan dan pilihan politik, Pancasila menjadi kekuatan yang mempersatukan kita. Menjaga Pancasila berarti menjaga persatuan sekaligus keutuhan NKRI,” kata H. Hamzah pada Kamis (01/10/26).
Menurutnya, persatuan juga perlu diikuti dengan sikap nasionalisme yang diwujudkan melalui kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Politik, tidak cukup hanya dipahami sebagai kontestasi, tetapi harus diarahkan pada perjuangan untuk kepentingan rakyat dan bangsa.
“Nasionalisme harus dibuktikan melalui kerja. Politik jangan hanya dipahami sebagai kontestasi, tetapi sebagai jalan pengabdian. Apa yang kita perjuangkan harus kembali kepada kepentingan rakyat dan kepentingan bangsa,” ujarnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” H. Hamzah mengaitkan tema tersebut dengan kemandirian ekonomi dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan negara menjaga wilayah dan menentukan arah politik, tetapi juga menyangkut kekuatan ekonomi serta kesempatan yang adil bagi masyarakat untuk berkembang.
“Indonesia yang berdaulat harus mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri. Kedaulatan juga harus tercermin dari ekonomi yang kuat, masyarakat yang sejahtera dan keadilan sosial. Karena itu, Pancasila harus hadir dalam kebijakan dan kerja nyata,” tuturnya.
Gagasan tersebut, lanjut Hamzah, juga relevan dengan pembangunan di Kota Depok. Prinsip keadilan sosial dapat diwujudkan melalui kebijakan ekonomi yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang, termasuk pelaku usaha, pekerja, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses ekonomi.
Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga perlu membuka kesempatan dan memperluas akses ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Di Depok, semangat keadilan sosial harus terlihat dalam kebijakan ekonomi yang membuka kesempatan bagi masyarakat. Pelaku usaha harus mendapat ruang berkembang, masyarakat harus memiliki akses ekonomi yang lebih luas dan pembangunan harus memberikan manfaat yang nyata. Di situlah nilai Pancasila kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Selain persoalan pembangunan dan ekonomi, ia menyoroti pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah perbedaan politik. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tidak seharusnya berkembang menjadi sekat antarmasyarakat.
“Kita boleh berbeda pilihan dan berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu bangsa dan satu negara. Pancasila adalah rumah bersama. Jangan sampai perbedaan politik menghilangkan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tandasnya.
H. Hamzah menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu diikuti dengan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan begitu, peringatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jaga Pancasila, kita rawat persatuan dan kita pertahankan NKRI. Gerindra Depok siap mengambil bagian dalam perjuangan menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Semangat itu harus kita buktikan melalui kerja dan pengabdian kepada rakyat,” pungkas H. Hamzah. (el’s)







