Depok | Sketsa Online – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menegaskan pentingnya menjaga hubungan antargenerasi di tengah perubahan zaman. Gen Z dan Gen Alpha, tumbuh dari nilai dan fondasi kehidupan yang dibangun generasi sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Hj. Yuni dalam peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Internasional bertema “Lansia Sehat, Jiwa Raga, Berdaya, Bermartabat Bersama PDI Perjuangan”, Kamis (1/10/2026).
“Tidak ada Gen Z, tidak ada Gen Alpha tanpa adanya lansia. Generasi muda tumbuh dari nilai, pengalaman, dan fondasi yang dibangun generasi sebelumnya. Karena itu, lansia bukan sekadar masa lalu, tetapi bagian dari masa depan,” ujarnya.
Hj. Yuni menegaskan, perhatian terhadap warga lanjut usia tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial maupun pemberian bantuan. Mereka juga perlu mendapat kesempatan untuk beraktivitas, bersosialisasi, serta mengambil peran sesuai kemampuan.
“Lansia jangan hanya dipandang sebagai kelompok yang harus dibantu. Mereka adalah sumber pengetahuan dan pengalaman yang menjadi kekuatan bagi penerus. Kita harus memastikan lansia tetap berdaya, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun masa depan,” tegasnya.
Aspek kesehatan menjadi bagian penting dari keberdayaan lansia. Kondisi fisik perlu berjalan bersama kesehatan jiwa dan hubungan sosial agar mereka tetap memiliki kualitas hidup serta merasa dihargai di lingkungan terdekat.
“Sehat itu bukan hanya tubuhnya. Jiwa dan pikirannya juga harus sehat. Lansia harus merasa tetap dihargai, didengar, dan menjadi bagian penting dari keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Hubungan keluarga, lanjutnya, dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman generasi terdahulu dengan cara pandang anak muda. Dari interaksi sehari-hari, Gen Z dan Gen Alpha dapat mengenal sejarah keluarga, memahami nilai kehidupan, sekaligus belajar dari perjalanan orang tua dan kakek-nenek mereka.
“Jangan sampai ada jarak antara generasi tua dan generasi muda. Gen Z dan Gen Alpha perlu mengenal pengalaman orang tua dan kakek-neneknya, karena dari sana mereka belajar nilai, memahami akar kehidupan, dan menatap masa depan dengan lebih utuh,” ungkapnya.
Perkembangan teknologi tidak harus menghilangkan hubungan tersebut. Perbedaan zaman dan pola pikir dapat tetap berjalan beriringan ketika komunikasi dan penghargaan antargenerasi dipertahankan.
“Generasi muda boleh tumbuh dengan teknologi dan cara berpikir yang baru, tetapi tetap perlu memahami dari mana mereka berasal. Kemajuan tidak harus memutus akar. Justru pengalaman generasi sebelumnya dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh,” katanya.
Hj. Yuni menegaskan, keberdayaan lansia perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keterlibatan di lingkungan keluarga hingga kesempatan untuk tetap beraktivitas dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan.
“Lansia sehat, jiwa raga, berdaya, bermartabat. Mereka harus tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas, dihargai, dan berkontribusi sesuai kemampuan. Karena ketika lansia berdaya, keluarga dan masyarakat juga ikut kuat,” pungkas Hj. Yuni. (el’s)







