DKR Gelar Edukasi Kesehatan, Dr. Handrawan Ungkap 3 Langkah Sederhana Cegah Penyakit

Depok | Sketsa Online – Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan obat. Mengenali kebiasaan sehari-hari, memahami kondisi tubuh, serta menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas menjadi pesan utama Dr. Handrawan Nadesul dalam Dialog dan Edukasi Kesehatan Publik yang digelar Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok.

Kegiatan bertema “Jadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup” tersebut berlangsung di Aula Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok, Sabtu (26/9/2026). Agenda ini sekaligus menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 dan diikuti sekitar 200 peserta.

“Yang penting diketahui oleh semua orang, sakit apa pun, kalau bisa dimulai tanpa obat. Hampir semua kesalahan berawal dari cara pikir harus pakai obat,” ujar Handrawan di hadapan peserta.

Dokter, praktisi kesehatan, penulis, dan motivator kesehatan itu mengajak masyarakat memulai perhatian terhadap kesehatan dari kebiasaan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pola makan, aktivitas fisik, hingga berat badan perlu menjadi bagian dari evaluasi sebelum seseorang bergantung pada obat.

“Pastikan dan periksa dulu gaya hidupnya. Berat badan kita ideal atau tidak? Bagaimana menghitung berat badan ideal? Jadi berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan kuadrat dalam meter. Pertahankan BMI atau massa tubuh antara 18–25,” tuturnya.

Handrawan memberikan contoh sederhana untuk memahami indeks massa tubuh atau BMI. Seseorang dengan berat 60 kilogram dan tinggi 160 sentimeter memiliki BMI sekitar 23,4 berdasarkan perhitungan berat badan dibagi kuadrat tinggi badan dalam satuan meter.

Selain memperhatikan pola hidup, masyarakat perlu mengenali sejumlah indikator kesehatan melalui pemantauan berkala. Berat badan, tekanan darah, dan gula darah menjadi beberapa parameter yang dapat diperiksa untuk mengetahui perubahan dan menentukan langkah selanjutnya.

Aktivitas fisik kemudian menjadi bagian penting yang dapat dilakukan tanpa cara rumit. Handrawan menyoroti brisk walking atau jalan cepat sebagai pilihan sederhana yang bisa dimasukkan ke dalam rutinitas harian.

“Olahraga jalan kaki tergopoh-gopoh atau brisk walking sangat bermanfaat untuk kesehatan. Di antaranya menguatkan jantung dan paru-paru serta menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Ini olahraga murah meriah,” katanya.

Ia menjelaskan, jalan cepat dapat dilakukan dengan kecepatan sekitar 4–6 kilometer per jam atau kurang lebih 100 langkah per menit. Intensitas tersebut membuat napas dan denyut jantung meningkat, tetapi seseorang masih dapat berbicara dengan nyaman.

“Sangat baik dilakukan selama 20 sampai 30 menit per hari atau sekitar 150 menit dalam seminggu,” ungkap Handrawan.

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat membantu menjaga kebugaran jantung, memperlancar sirkulasi darah, sekaligus mendukung pengendalian berat badan. Kalori yang terbakar dalam jalan cepat pun lebih banyak dibandingkan berjalan santai.

“Kontrol berat badan juga terjadi karena membakar kalori lebih banyak daripada jalan santai biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok dr. Devi Mayori mengajak masyarakat menempatkan hidup sehat sebagai bagian dari keseharian. Menurutnya, keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan.

“Sekarang saatnya semua orang, siapapun juga, memastikan pola hidup sehat. Kalau sakit, pelayanan kesehatan ada di mana-mana, baik pemerintah maupun swasta. Pembiayaan ditanggung BPJS dan pemerintah. Jadi hidup sehat adalah kewajiban semua orang,” ujar Supian.

Devi menambahkan, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Depok pun membuka ruang kolaborasi dengan DKR untuk kegiatan serupa.

“Kegiatan edukasi kesehatan seperti ini sangat penting dan harus dilakukan rutin dengan berbagai tema kesehatan yang penting diketahui masyarakat. Kami siap bekerja sama dengan DKR untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” kata Devi mewakili Wali Kota Depok.

Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan mengatakan forum edukasi kesehatan menjadi sarana untuk mempertemukan masyarakat dengan informasi kesehatan dari tenaga ahli dan unsur pemerintah.

“Penting sekali dialog dan edukasi kesehatan agar masyarakat tahu bagaimana pola hidup sehat dengan murah, selain mendapatkan informasi kesehatan dari pihak pemerintah dan para ahli,” ujar Roy.

Rangkaian Haornas DKR sebelumnya telah dimulai pada 9 September 2026 melalui berbagai kegiatan olahraga, termasuk senam dan jalan santai. Puncak kegiatan kali ini dipusatkan melalui dialog kesehatan dan aktivitas bersama masyarakat.

“Hari ini kami menggelar puncak acara Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026. Sebelumnya pada 9 September kami memperingatinya dengan mengadakan berbagai kegiatan olahraga seperti senam dan jalan santai,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), BPJS Kesehatan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebagai tuan rumah, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Salah seorang peserta, Jumini, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat karena masyarakat dapat memperoleh pengetahuan kesehatan secara langsung sekaligus membangun kedekatan dengan tenaga kesehatan dan unsur pemerintah.

“Acara seperti ini penting banget buat kami, ibu-ibu. Selain gratis, kita jadi tahu bagaimana bisa sehat menurut para ahli. Acara ini juga bikin kami guyup dan bersilaturahmi dengan pemerintah serta para dokter,” pungkas Jumini. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler