Depok | Sketsa Online — Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) di enam kelurahan menjadi titik awal kerja baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Cimanggis. Kegiatan yang digelar di Dapur Ngacir, Kota Depok, Sabtu (19/9/2026), itu menandai penguatan struktur partai hingga tingkat kelurahan.
Sebanyak 60 pengurus DPRT dilantik, masing-masing 10 orang di setiap kelurahan. Struktur tersebut diperkuat delapan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), sehingga total terdapat 68 pengurus PSI yang disiapkan untuk memperkuat kerja organisasi di Kecamatan Cimanggis.
Ketua DPC PSI Kecamatan Cimanggis, Suhenra mengatakan, kelengkapan struktur tersebut tidak berhenti pada urusan organisasi. Para pengurus akan menjadi penghubung dengan warga untuk mengetahui persoalan di lingkungan masing-masing sekaligus memastikan berbagai aspirasi memiliki jalur tindak lanjut.
“Setelah pelantikan ini, kami akan ke lapangan. Setiap DPRT bergerak di wilayahnya masing-masing untuk melihat persoalan secara langsung, terutama masalah desil. Misalnya ada warga yang seharusnya mendapatkan bantuan, tetapi datanya tidak sesuai. Termasuk persoalan ijazah sekolah yang masih ditahan,” ujar Suhenra.
Persoalan yang akan dihimpun tidak hanya menyangkut data bantuan sosial. Kebutuhan dasar seperti sampah, infrastruktur, drainase, kondisi jalan dan layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Temuan dari lingkungan akan dicatat untuk kemudian disampaikan dan dikawal kepada pihak yang memiliki kewenangan.
“Kami tidak akan banyak janji. Kami memilih mendengar langsung, mencatat persoalannya, kemudian mengeskalasi kepada pihak terkait. Jadi bukan hanya menerima laporan dari perantara, tetapi kami ingin mengetahui sendiri apa yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.
Langkah itu, menurutnya, tetap dapat dilakukan meski PSI belum memiliki kursi DPRD di wilayah Cimanggis. Struktur yang telah terbentuk menjadi ruang bagi partai untuk tetap menyampaikan kebutuhan warga melalui jalur yang tersedia.
“Walaupun kami belum ada kursi atau dewan di Cimanggis, kami tetap akan bantu dorong. Apalagi nanti kalau kami dapat kursi di Cimanggis, insyaallah bakal lebih mudah membantu banyak masyarakat di Cimanggis,” katanya.
Di tengah penguatan struktur tersebut, Ketua DPC PSI Cimanggis menargetkan minimal satu kursi di daerah pemilihan Cimanggis. Suhenra menyebut target itu berjalan bersama upaya memperkuat jaringan hingga tingkat kelurahan dan menjadikan persoalan warga sebagai bahan kerja organisasi.
“Target kami minimal satu kursi di Dapil Cimanggis. Catatan-catatan keresahan masyarakat yang kami dapat dari bawah harus menjadi perhatian. Kami ingin struktur yang sudah terbentuk ini benar-benar bekerja dan punya hubungan langsung dengan warga,” ucapnya.
Selain memperkuat jaringan, DPC PSI Cimanggis juga membawa komposisi pengurus dengan latar belakang beragam. Delapan pengurus terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan, mulai dari pengusaha, dosen, mahasiswa hukum, mahasiswa Fisipol hingga marketing communication. Tiga pengurus di antaranya merupakan generasi Z.
“Di dalam delapan pengurus ini, kami memang membuat komposisinya beragam. Ada empat laki-laki dan empat perempuan, ada pengusaha, dosen, mahasiswa hukum, mahasiswa Fisipol dan marketing communication. Tiga di antaranya Gen Z. Ini bisa membantu kami menjangkau anak-anak muda,” katanya.
Dengan struktur yang kini lengkap, DPC PSI Cimanggis memasuki fase kerja yang lebih dekat dengan lingkungan warga. Berbagai persoalan yang ditemukan di enam kelurahan akan dihimpun sebagai catatan untuk menentukan langkah pengawalan berikutnya.
“Sampah, infrastruktur, drainase, jalan, kesehatan dan persoalan lainnya akan kami catat. Catatan itu menjadi pijakan untuk mengawal kebutuhan warga agar ada tindak lanjut dan perubahan ke depan,” pungkas Suhenra. (el’s)







