Depok | Sketsa Online – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi mulai dimatangkan di Kota Depok. Sejumlah instansi terkait memperkuat sinergi sejak tahap awal untuk memastikan berbagai kebutuhan pelayanan jemaah dapat dipersiapkan secara terpadu.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menghadiri Rapat Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1448H/2027M yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Senin (7/9/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah unsur instansi dan pemangku kepentingan terkait se-Kota Depok. Forum ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan peran, serta memetakan kebutuhan masing-masing lembaga dalam mendukung penyelenggaraan haji.
“Sinergi dan koordinasi lintas instansi sangat penting untuk memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448H/2027M dapat berjalan secara terkoordinasi, lancar, dan optimal,” ujar Irvan.
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam persiapan haji berkaitan dengan aspek keimigrasian dalam perjalanan jemaah menuju luar negeri. Karena itu, dukungan pelayanan perlu dipersiapkan sejak awal agar dapat berjalan selaras dengan tahapan penyelenggaraan yang melibatkan berbagai instansi.
“Imigrasi Depok siap mendukung sesuai tugas dan fungsi keimigrasian. Koordinasi yang terbangun sejak awal menjadi bagian penting agar dukungan yang kami berikan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji,” kata Irvan.
Menurutnya, komunikasi antarlembaga yang dibangun lebih dini juga memberikan ruang untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan maupun potensi kendala sebelum memasuki tahapan yang lebih teknis. Dengan pemahaman yang sama, setiap instansi dapat menjalankan tugasnya secara lebih terarah tanpa berjalan sendiri-sendiri.
“Dengan adanya koordinasi sejak awal, masing-masing instansi dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini penting agar setiap tahapan dapat dipersiapkan dengan baik dan tidak terjadi kesenjangan informasi dalam pelaksanaannya,” tuturnya.
Kerja bersama tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada jemaah. Masing-masing lembaga memiliki kewenangan dan fungsi yang berbeda, tetapi seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang tertib, profesional, dan optimal selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
“Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab bersama. Setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, tetapi seluruhnya harus bergerak dalam satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Irvan.
Keterlibatan Imigrasi dalam forum tersebut menjadi bagian dari langkah awal mematangkan dukungan keimigrasian untuk penyelenggaraan haji 1448H/2027M. Kolaborasi lintas instansi yang dibangun sejak dini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antarpelayanan sekaligus memberi kepastian bagi jemaah dalam setiap tahapan perjalanan.
“Yang kami bangun bukan hanya kesiapan menghadapi keberangkatan jemaah, tetapi juga sistem pelayanan yang semakin terintegrasi. Sinergi sejak awal menjadi fondasi agar seluruh proses berjalan tertib, efektif, dan memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat,” pungkas Irvan. (el’s)







