Apresiasi HUT RI ke-81! Plt. Lurah Tirtajaya Ajak Warga Sukseskan 4 Program Strategis Pemkot Depok

Depok | Sketsa Online – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 04/RW 02, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, berlangsung meriah melalui Panggung Gembira yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Di tengah suasana perayaan, Plt Lurah Tirtajaya, Agus Sulaeman tidak hanya mengapresiasi kekompakan warga, tetapi juga mendorong momentum kemerdekaan menjadi ruang memperkuat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Malam hari ini bukan hanya tentang hiburan dan kemeriahan dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan seperti ini merupakan momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Agus dalam sambutannya, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengapresiasi Ketua RW, Ketua RT, IKDA, panitia, dan seluruh warga yang telah bekerja bersama menyukseskan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur masyarakat yang turut menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kebersamaan antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh warga merupakan kekuatan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, rukun, dan kondusif,” ujarnya.

Agus yang secara definitif bertugas sebagai Kasi Pemtrantib Kecamatan Sukmajaya menilai kekompakan tersebut merupakan modal sosial yang perlu dipelihara.

Menurutnya, lingkungan yang kondusif tidak hanya lahir dari peran pemerintah dan aparat, tetapi juga dari kepedulian warga dalam menjaga ruang hidup bersama.

Sementara biru, pesan khusus juga disampaikannya kepada pemuda IKDA. Energi generasi muda, kata Agus, perlu diarahkan bukan sekadar untuk menghidupkan kegiatan, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teruslah menjadi pemuda yang aktif, kreatif, inovatif, dan berani berkarya. Jadilah generasi muda yang tidak hanya mampu membuat kegiatan menjadi meriah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, semangat kebersamaan itu kemudian ia dorong agar diwujudkan dalam persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya pengelolaan sampah.

Selain itu, Agus mengajak warga memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Mari kita jaga lingkungan kita mulai dari hal-hal sederhana, mulai dari rumah kita sendiri, kemudian lingkungan RT, RW, hingga Kelurahan Tirtajaya,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah sembarangan. Selain menghasilkan asap dan mencemari udara, praktik tersebut berpotensi mengganggu kesehatan serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman.

Dalam menilai persoalan lingkungan, ia mengemukakan tidak dapat sepenuhnya diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting agar upaya menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dari isu lingkungan, Agus kemudian mengajak warga melihat peran mereka dalam agenda pembangunan Kota Depok.

Dengan menekankan empat program yang menurutnya, membutuhkan dukungan sekaligus keterlibatan aktif masyarakat, yakni pengentasan stunting, Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), Dana Kelurahan berbasis RW sebesar Rp300 juta, serta penguatan kepedulian dan pengelolaan sampah.

“Program-program pemerintah akan lebih kuat kalau masyarakat ikut memahami, mengawal, dan memastikan pelaksanaannya benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Agus.

Terkait pengentasan stunting, dengan tegas Agus menjelaskan berkaitan dengan investasi terhadap kualitas generasi penerus. RSSG diharapkan memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat, sedangkan Dana Kelurahan berbasis RW dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas warga apabila direncanakan dan diawasi secara bersama.

“Empat hal ini bukan hanya menjadi urusan pemerintah. Masyarakat memiliki ruang untuk ikut mengawal agar program berjalan tepat sasaran, transparan, dan manfaatnya benar-benar kembali kepada warga,” ujarnya.

Ia pun menilai partisipasi tersebut penting agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan atau pelaksanaan program, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung di lingkungan masyarakat.

“Kita kawal dan sukseskan bersama program-program tersebut. Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Agus kembali mengingatkan bahwa nilai kemerdekaan tidak seharusnya hanya hadir dalam rangkaian perayaan tahunan. Semangat tersebut perlu diterjemahkan melalui kebiasaan menjaga kebersamaan, lingkungan, keamanan, dan kepedulian sosial.

“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui kebersamaan, kekompakan, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan. Jangan hanya dirasakan saat perayaan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler