Dongkrak Ekonomi Lokal, Hj. Yuni Indriany Ajak Warga Bela dan Beli Produk UMKM

Depok | Sketsa Online — Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., mendorong agar kegiatan promosi UMKM tidak berhenti pada pengenalan produk.

Promosi perlu diikuti transaksi, pembentukan pelanggan, hingga perluasan pasar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Hal itu disampaikan Hj. Yuni saat menghadiri JUSS UMKM Kecamatan Cipayung, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan pelaku UMKM se-Kecamatan Cipayung dengan beragam produk, mulai makanan olahan, kuliner, kerajinan, hingga tanaman.

“Saya hadir untuk mendukung agenda kecamatan, JUSS UMKM Kecamatan Cipayung. Ini program pemerintah yang bagus karena menampilkan para UMKM se-Kecamatan Cipayung dengan berbagai produk,” kata Hj. Yuni.

Ia mengatakan, kegiatan seperti JUSS UMKM memiliki fungsi penting dalam mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen. Ruang promosi tersebut perlu dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang lebih jauh, dari sekadar mengenalkan produk hingga mendorong masyarakat melakukan pembelian.

“Jangan hanya berhenti pada pameran. Yang paling penting setelah produk dikenalkan adalah bagaimana masyarakat kemudian membeli dan menjadi pelanggan,” jelasnya.

Menurutnya, pembelian merupakan tahap penting dalam mengubah promosi menjadi aktivitas ekonomi. Ketika konsumen membeli produk lokal, pelaku usaha memperoleh pendapatan sekaligus sinyal adanya permintaan yang dapat dikembangkan.

Permintaan yang terjaga akan memberi ruang bagi UMKM untuk meningkatkan produksi, memperbaiki mutu, mengembangkan produk, dan memperluas jangkauan pemasaran. Pada titik inilah promosi memiliki kaitan langsung dengan pertumbuhan usaha.

“Kalau kita membeli produk UMKM lokal, kita ikut membantu usaha masyarakat di sekitar kita. Jadi, dukungan itu bukan hanya datang melihat, tetapi juga membeli,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hj. Yuni juga mengingatkan bahwa peningkatan permintaan harus diimbangi kesiapan pelaku usaha. UMKM perlu memiliki produk yang berkualitas, kemasan yang baik, legalitas, kapasitas produksi yang memadai, serta kemampuan memanfaatkan kanal pemasaran digital.

Penguatan dari sisi tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh kesempatan tampil, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menangkap peluang pasar.

“Pemerintah tentu harus hadir. Bukan hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga bagaimana UMKM mendapat pendampingan, akses permodalan, legalitas, peningkatan kualitas produk, sampai pemasaran digital,” ujarnya.

Dengan pendekatan itu, promosi dapat menjadi bagian dari rangkaian pengembangan usaha. Produk diperkenalkan kepada pasar, konsumen melakukan pembelian, permintaan tumbuh, kemudian pelaku usaha meningkatkan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Hj. Yuni berharap JUSS UMKM dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Forum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, membangun jejaring, serta membuka peluang kerja sama.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin banyak UMKM yang bisa ikut. Jangan hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi benar-benar menjadi ruang bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan peran yang saling melengkapi. Pemerintah membuka akses dan memberikan pendampingan, pelaku usaha menjaga kualitas serta daya saing, sementara masyarakat memperkuat pasar melalui pilihan terhadap produk lokal.

“Intinya, mari sama-sama kita dukung UMKM lokal. Bela dan beli produk UMKM lokal. Dengan demikian, promosi menjadi langkah awal, pembelian menjadi penggerak, dan terciptanya pasar berkelanjutan menjadi solusi agar UMKM benar-benar berkembang dan naik kelas,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler