Depok | Sketsa Online – Pemeriksaan kesehatan mata dalam rangka memperingati HUT ke-27 DPRD Kota Depok tidak hanya menyasar pelajar. Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat lintas usia, mulai dari pekerja dan warga dewasa hingga lanjut usia.
Layanan berupa pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis itu digelar di Gedung DPRD Kota Depok, Rabu (2/9/2026). Kegiatan merupakan hasil kolaborasi YAMI bersama Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok, dengan dukungan Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kota Depok.
Perluasan sasaran layanan menjadi penting karena kebutuhan terhadap kesehatan penglihatan berlangsung sepanjang siklus kehidupan. Bagi kelompok usia produktif, penglihatan yang baik menunjang aktivitas dan produktivitas kerja. Sementara bagi lanjut usia, kemampuan melihat secara optimal berperan dalam mempertahankan kemandirian serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, layanan YAMI tidak berhenti pada pemberian kacamata. Pemeriksaan mata menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi penglihatannya sekaligus memperoleh koreksi yang sesuai dengan kebutuhan.
Co-Direktur YAMI Diana Mongan mengatakan, perluasan layanan kepada masyarakat umum merupakan bagian dari kolaborasi bersama PGI Kota Depok dalam momentum HUT ke-27 DPRD Kota Depok.
“YAMI berkolaborasi dengan PGI Kota Depok dalam memeriahkan ulang tahun DPRD Kota Depok yang ke-27. PGI Kota Depok memikirkan warga di sekitarnya untuk menerima bantuan kacamata secara cuma-cuma, untuk lansia, para pekerja, selain siswa-siswi,” ujar Diana.
Menurutnya, tidak adanya batasan usia dalam kegiatan kali ini menjadi pembeda dengan sejumlah program YAMI sebelumnya yang lebih banyak menyasar lingkungan sekolah.
“Kalau batasan usia untuk saat ini tidak ada karena tidak di sekolah. Tapi yang di sekolah itu kemarin sudah lima sekolah dan nanti akan ada sekolah-sekolah lain,” katanya.
Diana memastikan program pemeriksaan mata di lingkungan sekolah tetap berlanjut. Di saat yang sama, cakupan layanan akan terus diperluas agar kebutuhan kesehatan penglihatan masyarakat di luar lingkungan pendidikan juga dapat dijangkau.
“Untuk warga dan yang usia dewasa biasanya kita buat seperti di sini, dengan dukungan dari para anggota dewan untuk membagikan kebaikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan, kesehatan mata perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan semata-mata persoalan penggunaan kacamata.
Pemeriksaan yang dilakukan secara tepat dapat membantu masyarakat mengenali gangguan penglihatan lebih dini dan memperoleh koreksi yang sesuai. Langkah ini penting agar gangguan penglihatan tidak menghambat aktivitas, produktivitas, maupun kemandirian seseorang.
Momentum HUT DPRD Kota Depok pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosial sesaat. Kolaborasi antara lembaga, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen lainnya perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan dasar warga secara lebih luas dan berkelanjutan.
Diana berharap DPRD Kota Depok dapat memperluas kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk kebutuhan anak dan pelajar sebagai bagian dari investasi sosial untuk membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Harapan saya kegiatan ini tidak berhenti di sini saja dan para Bapak/Ibu Dewan lebih mengembangkan kepedulian-kepedulian lain juga selain di bidang mata,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ia menegaskan, keberlanjutan kolaborasi menjadi kunci agar kegiatan sosial tidak sekadar memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu membangun dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Karena ketika kita hadir dan memberi manfaat hari ini, kita sedang membangun fondasi bagi masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus menyiapkan Depok yang lebih maju,” tutupnya. (el’s)







