Depok | Sketsa Online – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok menyiapkan pemetaan dunia usaha sebagai salah satu agenda utama pada awal kepemimpinan dr. Karlina. Pemetaan tersebut akan mencakup potensi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha sebagai dasar penyusunan program kerja Kadin pada 2027.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda 100 hari pertama Karlina untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus memastikan program Kadin disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi dunia usaha di Kota Depok.
Sebagai langkah awal, hingga akhir 2026 Kadin Depok akan memperkuat komunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Silaturahmi akan dilakukan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh-tokoh senior Kota Depok, serta pengusaha besar yang sebelumnya belum bergabung dalam kepengurusan Kadin.
“Yang pertama kita akan melakukan silaturahmi ke Forkopimda Kota Depok dan juga tokoh-tokoh senior Kota Depok, dan juga kepada pengusaha-pengusaha yang besar yang belum bergabung di kepengurusan Kadin sebelumnya,” kata dr. Karlina pada Minggu (23/8/26).
Setelah memperluas jejaring, Kadin Depok akan melakukan pemetaan kondisi dunia usaha di Kota Depok. Pemetaan tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi yang dapat dikembangkan sekaligus tantangan yang perlu direspons.
“Kita akan membuatkan mapping dunia usaha di Kota Depok dan mapping potensi ataupun tantangan-tantangan yang ada,” ujarnya.
Pemetaan tersebut menjadi relevan di tengah dinamika ekonomi nasional dan berbagai agenda pembangunan pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Dengan memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pelaku usaha di daerah, Kadin Depok dapat menentukan ruang pengembangan usaha sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan perhatian.
Menurutnya, pemetaan diperlukan agar program kerja Kadin tidak disusun secara umum, melainkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata dunia usaha.
“Sehingga kita akan bisa menyusun program kerja yang lebih spesifik dan lebih tajam, sekaligus bisa menyusun program kerja dengan skala prioritas yang tepat,” katanya.
Selain pemetaan dunia usaha, Kadin Depok juga mendorong pembangunan Rumah Kadin atau Graha Kadin. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi rumah bersama bagi dunia usaha sekaligus mendukung aktivitas dan kinerja organisasi.
“Rumah Kadin ini penting untuk kemajuan dari kinerja Kadin dan tentu saja menjadi rumah bersama,” ujarnya.
Rumah Kadin nantinya juga akan memberikan ruang bagi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat interaksi dan kolaborasi antaranggota dalam ekosistem dunia usaha.
“Termasuk nanti untuk ALB-ALB Kadin yang akan kita berikan ruang dan tempat di Rumah Kadin tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, dalam agenda 100 hari pertama, Kadin Depok juga akan melanjutkan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya telah berjalan. Program tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Ia menyebut sejumlah universitas telah terhubung dengan Kadin dan membuka peluang kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk mendukung pengembangan UMKM dan dunia usaha di Kota Depok.
“Kita akan program untuk 100 hari ini meneruskan apa yang sudah sempat berjalan sebelumnya, yaitu bagaimana UMKM ini dilakukan pembinaan. Dan sekaligus juga menyambut hangat dari beberapa universitas yang sempat terhubung untuk melanjutkan bagaimana rencana kerja yang akan dibangun bersama akademisi,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Ia menegaskan, hasil pemetaan tersebut akan menjadi pijakan Kadin Depok dalam menyusun program kerja dan menentukan skala prioritas pada 2027. Dengan begitu, program yang disusun diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan dunia usaha di Kota Depok, tetapi juga mampu menangkap peluang dan merespons tantangan ekonomi ke depan.
“Diharapkan dengan kita menyusun struktur dan membuat mapping, program kita di tahun 2027 akan bisa lebih mewakili kebutuhan dunia usaha di Kota Depok,” tutupnya. (el’s)






