DEPOK | Sketsa Online – Pembangunan daerah tidak cukup hanya menghasilkan infrastruktur dan menarik investasi. Keberhasilannya juga harus diukur dari sejauh mana aktivitas tersebut mampu membuka ruang bagi pengusaha lokal untuk tumbuh dan mengambil peran.
Atas dasar itu, Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan dr. Karlina, MARS, di Mukota VI Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok periode 2026–2031.
Dukungan tersebut disertai harapan agar kepengurusan baru semakin memperkuat sektor jasa konstruksi serta membuka peluang lebih luas bagi pengusaha lokal dalam pembangunan daerah.
Harapan itu disampaikan Perwakilan ASKONAS Kota Depok, Hotlan Siregar dan Marlon Siregar, usai penetapan hasil Mukota VI Kadin Kota Depok periode 2026–2031 di Hotel Margo City, Kamis (20/8/2026).
Hotlan menilai terpilihnya Karlina menjadi momentum untuk memperkuat kembali fungsi strategis Kadin sebagai jembatan antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan investor.
“Kami mendukung penuh dr. Karlina. Kami berharap di bawah kepemimpinannya, Kadin Depok semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha dan membuka ruang yang lebih besar bagi pengusaha lokal,” ujar Hotlan.
Ia mengatakan, Kadin tidak cukup hanya menjadi wadah koordinasi organisasi pengusaha. Kadin perlu hadir sebagai institusi yang mampu menyerap persoalan dunia usaha, membangun komunikasi dengan pemerintah, sekaligus membuka akses kemitraan dan peluang ekonomi.
“Sektor jasa konstruksi, menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian. Industri ini memiliki rantai ekonomi yang panjang karena melibatkan kontraktor, tenaga kerja, pemasok material, penyedia jasa pendukung, hingga pelaku usaha kecil dan menengah,” katanya.
Karena itu, pembangunan yang berlangsung di Kota Depok dinilai semestinya memberikan ruang yang proporsional bagi perusahaan lokal untuk berpartisipasi.
Dalam kesempatan yang sama, Marlon menyoroti masih adanya pengusaha konstruksi asal Depok yang harus mencari peluang pekerjaan ke luar daerah, mulai dari Kabupaten Bogor, Tangerang, Banten hingga Bekasi.
“Pengusaha lokal harus diberikan ruang untuk berkembang dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” tegas Marlon.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, Kadin, investor, dan asosiasi pengusaha memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem usaha yang memungkinkan perusahaan lokal tumbuh dan bersaing secara sehat.
“Jangan sampai pengusaha dari Depok justru mencari pekerjaan ke luar daerah, sementara pembangunan di Depok berlangsung. Ini yang perlu kita dorong bersama,” katanya.
ASKONAS juga mendorong investor yang masuk ke Kota Depok untuk melibatkan perusahaan dan tenaga kerja lokal. Menurut mereka, tidak seluruh kebutuhan proyek harus didatangkan dari luar daerah.
Pekerjaan pendukung, khususnya yang berskala kecil hingga menengah, dapat menjadi ruang kemitraan dengan pelaku usaha lokal yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan.
“Kami berharap investor yang masuk ke Depok bisa menggandeng pengusaha lokal. Tidak semuanya harus dibawa dari luar, karena di Depok banyak pelaku usaha yang memiliki kemampuan dan siap bekerja sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marlon mengungkapkan, keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar bentuk keberpihakan, melainkan bagian dari strategi memperkuat rantai ekonomi daerah. Ketika perusahaan lokal memperoleh pekerjaan, manfaatnya akan ikut dirasakan tenaga kerja, pemasok material, serta berbagai sektor usaha pendukung.
Dengan demikian, pembangunan dan investasi dapat menciptakan efek berganda yang lebih luas bagi masyarakat Depok.
Kepemimpinan Karlina diharapkan mampu menerjemahkan dukungan tersebut ke dalam agenda kerja yang konkret. Kadin dituntut tidak berhenti pada fungsi administratif, tetapi mengambil posisi strategis dalam mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan kapasitas dunia usaha lokal.
Di sisi lain, penguatan jasa konstruksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan daya saing perusahaan. Peluang yang lebih besar perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar kualitas, tata kelola, kompetensi, serta ketentuan yang berlaku.
“Dukungan kami kepada dr. Karlina adalah dukungan terhadap harapan agar Kadin Depok semakin kuat dan benar-benar bermanfaat bagi dunia usaha. Kami ingin pengusaha lokal tumbuh bersama pembangunan, bukan hanya menjadi penonton,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Marlon menegaskan, masa kepemimpinan lima tahun ke depan menjadi momentum untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berkeadilan.
“Harapan kami sederhana, pembangunan Depok harus ikut menghidupkan pengusaha Depok. Kalau ekonomi daerah tumbuh, pengusaha lokal harus menjadi bagian dari pertumbuhan itu. Kami percaya dr. Karlina mampu membawa Kadin ke arah tersebut,” tutup Marlon. (el’s)






