Depok | Sketsa Online – Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok 2026 menandai pergantian kepemimpinan sekaligus membuka agenda baru kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha.
Dr. Karlina dikukuhkan sebagai Ketua Kadin Kota Depok periode 2026–2031, menggantikan Miftah Sunandar yang memimpin organisasi tersebut selama 2016–2026.
Pergantian kepemimpinan itu membawa mandat strategis dari Pemerintah Kota Depok. Wali Kota Depok Supian Suri meminta Kadin tidak berhenti sebagai wadah berhimpun para pengusaha, tetapi mengambil peran lebih besar dalam memperkuat perekonomian daerah, membuka peluang usaha, dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
“Saya yakin hadirnya Bapak dan Ibu, baik itu Pengurus Kadin Provinsi maupun Pengurus Kadin Kota, ini enggak lain ingin memberikan kebaikan yang banyak buat masyarakat, khususnya kami di Kota Depok,” ujar Supian dalam sambutannya di Margo Hotel, Depok, Kamis (20/8/2026).
Menurut Supian, dunia usaha merupakan salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, kontribusi pengusaha perlu diarahkan tidak hanya pada pertumbuhan sektor usaha, tetapi juga pada penciptaan kesempatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pastinya Kadin dan jajarannya, para pengusaha, semua berkontribusi besar buat peningkatan ekonomi masyarakat Kota Depok,” katanya.
Atas dasar itu, Pemkot Depok membuka ruang kemitraan yang lebih luas dengan Kadin. Kemitraan tersebut, membutuhkan komunikasi dua arah, termasuk kritik, saran, dan masukan terhadap kebijakan pemerintah.
Supian mengakui penyelenggaraan pemerintahan masih memiliki berbagai kekurangan yang perlu dievaluasi. Masukan dari dunia usaha dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi.
“Atas nama Pemerintah Kota Depok, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau dalam perjalanan pemerintahan masih banyak kekurangan di sana-sini. Kami sangat berharap masukan, saran dari pengurus Kadin Provinsi, pengurus Kadin Kota Depok, dan seluruh lapisan elemen masyarakat, khususnya para pengusaha,” tuturnya.
Kemitraan tersebut selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diterjemahkan ke dalam kerja sama yang mampu menjawab persoalan ekonomi, memperkuat iklim investasi dan usaha, serta menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat.
Dukungan Pemkot terhadap penguatan Kadin juga diarahkan pada aspek kelembagaan. Supian mengatakan pemerintah bersama DPRD Kota Depok akan berupaya menyiapkan lahan untuk Kadin sebagai bagian dari penguatan organisasi dunia usaha di daerah.
“Insyaallah kami dengan dukungan dari DPRD, di sini ada Pak Ketua Dewan, Pak Anggota Dewan, akan berusaha semaksimal mungkin menyiapkan lahan buat Kadin Kota Depok,” katanya.
Tak hanya itu, Mukota Kadin 2026 juga menjadi momentum untuk memperluas kepedulian sosial. Di tengah agenda organisasi dunia usaha, Supian mengajak para pengusaha dan peserta Mukota turut memberikan dukungan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa.
Supian mengungkapkan rencana mendampingi Gubernur Jawa Barat ke Flores untuk membawa dukungan dan bantuan dari masyarakat Jawa Barat, termasuk Kota Depok.
“Mudah-mudahan apa yang diberikan masyarakat Jawa Barat, masyarakat Depok sedikit banyak bisa mengurangi beban saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan Kadin di bawah kepemimpinan Karlina tidak hanya memperkuat ekosistem bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan mampu menghadirkan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi bencana.
Setelah dikukuhkan melalui Mukota 2026, Karlina akan memimpin Kadin Kota Depok hingga 2031. Sementara jajaran pengurus baru dijadwalkan dilantik pada akhir Oktober.
Estafet kepemimpinan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Miftah Sunandar yang telah berlangsung selama satu dekade. Atas kontribusi selama memimpin Kadin Kota Depok, Supian menyampaikan apresiasi kepada Miftah beserta jajaran pengurus sebelumnya yang turut mendukung pembangunan dan penguatan perekonomian daerah.
Di bawah kepemimpinan baru, Kadin menghadapi agenda lima tahun yang tidak ringan. Organisasi dituntut mampu memperkuat daya saing pelaku usaha, membangun kolaborasi lintas sektor, membuka akses dan peluang ekonomi, serta memastikan pertumbuhan dunia usaha memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Baginya, keberhasilan kemitraan dengan Kadin pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya forum atau pertemuan, melainkan dari seberapa jauh kolaborasi tersebut menghasilkan program yang konkret, terukur, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Menutup pernyataannya, Supian menegaskan, Mukota Kadin 2026 harus menjadi titik awal untuk memperkuat kemitraan pemerintah dan dunia usaha secara berkelanjutan. Hubungan kelembagaan, perlu diterjemahkan menjadi kerja bersama yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pencapaian target pembangunan.
“Hubungan kita bukan hanya hari ini. Kami berharap dukungan akan terus bisa dilakukan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat Kota Depok: Depok Maju, Jawa Barat Istimewa, dan Indonesia Emas 2045 benar-benar bisa terwujud,” tutupnya. (el’s)






