Depok | Sketsa Online – Di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok menghadirkan makna kemerdekaan melalui aksi sosial yang menyentuh dunia pendidikan.
Memasuki rangkaian ketiga bakti sosial, PGI Kota Depok bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI) menggelar pemeriksaan kesehatan mata dan penyaluran kacamata gratis bagi pelajar di SDN Cilangkap 8 Kota Depok pada Senin (3/8/26).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan PGI terhadap Program Terang Benderang yang diinisiasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Depok.
Selain membantu siswa yang mengalami gangguan penglihatan, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mata merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas pendidikan.

Ketua Umum PGI Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., mengatakan pemeriksaan kesehatan mata menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Menurutnya, masih banyak anak yang mengalami kesulitan belajar bukan karena kemampuan akademiknya rendah, melainkan karena tidak dapat melihat dengan jelas.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang membutuhkan dapat segera menggunakan kacamata agar mereka bisa belajar dengan lebih nyaman. Hasil pemeriksaan beserta kacamata akan diserahkan secara simbolis oleh Walikota Depok, pada 11 Agustus 2026,” ujar Hamzah.
Ia menyampaikan, selama pelaksanaan pemeriksaan, tim masih menemukan siswa dengan gangguan penglihatan cukup tinggi, bahkan hingga minus lima. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala agar masalah penglihatan tidak menghambat proses belajar.
“Kalau anak tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas, bagaimana dia bisa memahami pelajaran? Jangan sampai kemampuan akademik anak dinilai rendah, padahal persoalan utamanya adalah gangguan penglihatan yang belum pernah diperiksa,” katanya.
Hamzah menjelaskan, gangguan refraksi pada anak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keturunan, kebiasaan menggunakan gawai atau membaca dalam jarak terlalu dekat, hingga minimnya aktivitas di luar ruangan. Karena itu, orang tua dan guru diharapkan lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan penglihatan agar dapat segera dilakukan pemeriksaan.
“Dengan penglihatan yang baik, anak akan lebih mudah berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan mengembangkan potensinya. Kesehatan mata merupakan bagian penting dari investasi pendidikan,” ujarnya.
Sebagai tahap awal, PGI Kota Depok menargetkan sedikitnya 10.000 pelajar memperoleh layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis. Target tersebut menjadi langkah awal untuk menjangkau sekitar 95 ribu siswa SD negeri di Kota Depok yang berpotensi mengalami gangguan penglihatan.
Program ini dijalankan melalui semangat gotong royong. Sejumlah pengurus PGI secara sukarela membiayai pemeriksaan dan pengadaan kacamata bagi siswa, sementara YAMI menjadi mitra utama dalam pelaksanaan skrining kesehatan mata dan penyediaan kacamata.
Hamzah berharap gerakan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Depok, TP PKK, dunia usaha, perbankan, BUMD, organisasi profesi, hingga berbagai komunitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keberhasilan kolaborasi di Kota Depok diharapkan menjadi model bagi daerah lain. Setelah kebutuhan pelajar di Depok terpenuhi, YAMI menargetkan gerakan serupa dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Harapan kami, apa yang dimulai di Depok tidak berhenti di sini. Jika kolaborasi ini berhasil, kami ingin gerakan pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat sehingga semakin banyak anak yang dapat belajar tanpa hambatan penglihatan,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Ia menegaskan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Ketika seorang anak bisa melihat dengan jelas, ia memiliki peluang yang lebih besar untuk memahami pelajaran, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-citanya. Itulah makna kemerdekaan yang ingin kami hadirkan melalui gerakan ini, sebagai investasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutupnya. (el’s)






