Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat komitmennya membangun infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), setiap proyek dirancang tidak sekadar memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang meningkatkan keselamatan masyarakat, memperkuat konektivitas, serta menopang pertumbuhan kota.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengendalian mutu secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis, selesai tepat waktu, dan menghasilkan infrastruktur berkualitas dengan usia layanan yang optimal.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, S.STP., M.Si., saat meninjau progres dua proyek strategis, yakni penggantian Jembatan Pemuda di Kecamatan Cipayung dan pembangunan sistem drainase di Jalan Cimanggis Boulevard, Kelurahan Tapos, Selasa (21/7/2026).
Menurut Yodi, inspeksi lapangan menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian mutu (quality control) untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan standar keselamatan konstruksi.
“Pengawasan lapangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengendalian kualitas. Kami ingin memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yodi.
Ia menegaskan, kualitas konstruksi menjadi faktor utama dalam menentukan umur layanan infrastruktur. Dengan mutu yang terjaga, infrastruktur tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Peninjauan diawali di proyek penggantian Jembatan Pemuda. Berdasarkan hasil evaluasi teknis, ditemukan penurunan konstruksi pada abutment atau pondasi di kedua sisi jembatan yang mengakibatkan lantai jembatan mengalami amblas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat mobilitas masyarakat.
“Bentang jembatan tetap kami pertahankan sepanjang 7,7 meter, tetapi kapasitasnya ditingkatkan melalui pelebaran sisi Jalan Raya Cipayung dari lima meter menjadi sepuluh meter. Kami juga menaikkan elevasi bagian tengah jembatan sekitar 40 sentimeter agar struktur lebih stabil, daya dukung meningkat, dan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin,” kata Yodi.
Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran lima titik bored pile di sisi dalam Jalan Pemuda. Sementara itu, di sisi Jalan Raya Cipayung, pelaksana proyek tengah mempersiapkan pengecoran abutment sebagai struktur utama penyangga jembatan.
“Jembatan bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga penopang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian. Karena itu, kualitas konstruksi harus menjadi prioritas agar infrastruktur yang dibangun memiliki tingkat keamanan tinggi, umur layanan yang panjang, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” katanya.
Usai meninjau proyek jembatan, Yodi melanjutkan inspeksi ke pembangunan drainase di Jalan Cimanggis Boulevard, Kelurahan Tapos.
“Saluran drainase sepanjang 260,6 meter ini dibangun sebagai sistem yang terintegrasi, meliputi pemasangan U-Ditch, box culvert, bak kontrol, manhole, hingga pasangan batu belah. Alhamdulillah, progres pekerjaan berjalan dengan baik. Saat ini telah terpasang 156 unit U-Ditch dan pembangunan turap di bagian hilir juga terus berlangsung,” ujar Yodi.
Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sehingga mampu mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi, terutama di kawasan persimpangan depan Rumah Makan Kalimantan.
Lebih lanjut, Yodi menilai, sistem drainase yang andal merupakan elemen penting dalam membangun kota yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus mampu mengimbangi perkembangan kawasan perkotaan.
“Drainase yang baik bukan hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga melindungi kawasan permukiman dan ruang publik dari risiko genangan. Karena itu, pembangunan saluran harus dirancang secara terintegrasi agar mampu memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Yodi menegaskan seluruh proyek yang dilaksanakan Dinas PUPR merupakan investasi jangka panjang bagi Kota Depok. Karena itu, pengawasan akan terus diperkuat agar setiap pekerjaan menghasilkan infrastruktur yang kokoh, berdaya tahan tinggi, dan mampu mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.
“Kami ingin setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, seluruh proses pekerjaan akan terus kami kawal agar selesai tepat waktu, memenuhi standar mutu, serta menghasilkan infrastruktur yang aman, andal, dan mampu mendukung pertumbuhan Kota Depok secara berkelanjutan,” tutupnya. (el’s)



