DLHK Resmikan Rumah Maggot BSF Antakusuma, Perkuat Pengelolaan Sampah Organik di Depok

Depok | Sketsa Online – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bersama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dan BioMagg meresmikan Rumah Maggot Black Soldier Fly (BSF) Antakusuma di RW 06, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (21/7/2026).

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di Kota Depok. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, S.Si, M.Si, mengatakan Rumah Maggot BSF Antakusuma tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Rumah Maggot BSF Antakusuma bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah organik, tetapi juga sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya,” ujar Reni, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, fondasi utama sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah membiasakan masyarakat memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Kebiasaan sederhana tersebut akan mempermudah proses pengolahan, mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali limbah organik.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, teknologi Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu inovasi yang efektif dalam mengolah limbah organik.

Larva BSF mampu mengurai sampah dalam waktu relatif singkat dan menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi bagi sektor perikanan maupun peternakan. Adapun residunya dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk pertanian dan penghijauan.

“Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak lagi berhenti pada proses pembuangan, tetapi bertransformasi menjadi sistem yang menghasilkan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi. Konsep ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali sumber daya agar memiliki nilai guna yang lebih panjang dan berkelanjutan,” jelasnya.

Program Rumah Maggot BSF Antakusuma merupakan hasil kolaborasi DLHK Kota Depok bersama Garudafood dan BioMagg dalam mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.

Selain menghadirkan fasilitas pengolahan, program ini juga disertai pendampingan dan pelatihan budidaya maggot bagi kelompok masyarakat agar mampu mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi.

Program Kampung Wirausaha Maggot yang dikembangkan Garudafood sejak 2024 kini telah menjangkau sejumlah wilayah di Kota Depok, termasuk Depok Jaya.

Dengan inisiatif tersebut, masyarakat didorong mengolah sampah organik rumah tangga menjadi maggot sebagai pakan alternatif berprotein tinggi, sementara residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Berdasarkan data Garudafood hingga Juni 2026, program tersebut telah menghasilkan sekitar 9,7 ton maggot BSF, mengolah lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 325 ton COâ‚‚e.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, mitra pendamping, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi warga.

Menutup keterangannya, Reni menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

“Perubahan perilaku masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ketika masyarakat memahami bahwa sampah organik masih memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali, jumlah sampah yang berakhir di TPA akan terus berkurang, sementara manfaat yang dihasilkan akan semakin besar,” ungkapnya.

Ia berharap Rumah Maggot BSF Antakusuma dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang direplikasi di berbagai wilayah Kota Depok.

“Masa depan lingkungan bergantung pada kesadaran kita hari ini. Semakin banyak masyarakat yang terlibat mengelola sampah dari sumbernya, semakin besar kontribusi kita dalam mewujudkan Kota Depok yang hijau, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Reni. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler