H. Rokhmadi Resmi Akuisisi KVC, Bentuk RHI Voli Club dengan Tata Kelola Profesional

Depok | Sketsa Online – Ketua Klub sekaligus Pemilik GOR RHI, H. Rokhmadi, resmi mengakuisisi Klub Voli KVC sebagai bagian dari langkah transformasi pembinaan bola voli di Kota Depok.

Akuisisi tersebut menjadi awal pembentukan RHI Voli Club, klub baru yang dirancang mengusung tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Transformasi ini dilakukan untuk membangun kembali sistem pembinaan yang lebih kuat melalui pembenahan manajemen, peningkatan pengawasan, serta penerapan standar kepelatihan yang lebih ketat.

“Kami ingin pembinaan anak-anak tetap berjalan. Potensi atlet bola voli di Depok sangat besar dan harus terus difasilitasi melalui wadah yang dikelola secara profesional,” kata Rokhmadi dalam konferensi pers di Cafe Satukala Coffee, GOR RHI, Pasir Putih, Sawangan, Depok, Selasa (14/7/2026).

Menurut Rokhmadi, pembentukan RHI Voli Club bukan sekadar pergantian identitas organisasi, melainkan momentum untuk membangun sistem pembinaan yang menempatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan perlindungan atlet sebagai fondasi utama.

Saat ini, klub mencatat sekitar 80 atlet aktif yang rutin mengikuti latihan, sementara jumlah anggota yang terdaftar secara administrasi mencapai hampir 200 orang. Dengan basis atlet tersebut, RHI Voli Club diharapkan menjadi salah satu pusat pembinaan bola voli terbesar di Kota Depok.

Sebagai bagian dari pembenahan organisasi, seluruh pelatih nantinya akan bekerja berdasarkan kontrak, mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta menjalankan kode etik yang berlaku di lingkungan klub.

“Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan sesuai standar organisasi yang profesional dan akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, manajemen akan memperkuat sistem pengawasan dengan menambah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik area latihan. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih aman sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam setiap aktivitas latihan.

Rokhmadi menambahkan, proses rekrutmen pelatih juga akan diperketat. Selain memiliki sertifikasi dan pengalaman kepelatihan, calon pelatih akan menjalani proses seleksi yang mempertimbangkan aspek integritas serta asesmen psikologis.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga yang sehat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap atlet,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Pembina Klub Voli, Sefudin, mengatakan transformasi tidak hanya menyasar aspek kepelatihan, tetapi juga sistem manajemen agar fungsi pengawasan organisasi berjalan lebih efektif.

Sebagai bagian dari pembenahan manajemen, pengurus akan lebih aktif terlibat dalam setiap kegiatan latihan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua atlet melalui pertemuan rutin setiap bulan.

Forum tersebut akan menjadi sarana evaluasi perkembangan atlet, penyampaian program pembinaan, serta ruang dialog mengenai aspek keamanan dan kenyamanan selama proses latihan.

“Kami ingin membangun hubungan yang terbuka dengan orang tua atlet. Pembinaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pelatih, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama antara manajemen, pelatih, dan keluarga,” ujar Sefudin.

Menjelang peluncuran resmi RHI Voli Club, manajemen juga telah melakukan sosialisasi kepada para orang tua atlet mengenai arah perubahan organisasi.

Mayoritas orang tua, kata Sefudin, memberikan dukungan terhadap transformasi tersebut dan berharap klub baru mampu menghadirkan sistem pembinaan yang lebih profesional.

Lebih lanjut, RHI Voli Club akan diperkuat oleh pelatih bersertifikat yang memiliki pengalaman membina atlet hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Kehadiran pelatih baru diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus meningkatkan daya saing atlet bola voli Kota Depok,” tambahnya.

Menutup konferensi pers, Sefudin menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan bukan hanya untuk membentuk klub baru, tetapi juga menghadirkan standar baru dalam pembinaan olahraga.

“Kami ingin memulai dengan semangat baru. Pembinaan atlet harus berjalan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Itulah yang akan menjadi fondasi RHI Voli Club ke depan,” tegasnya.(el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler