Depok | Sketsa Online – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal hadir atau tidaknya teknologi tersebut, melainkan seberapa siap masyarakat menguasainya.
Ketika AI mulai digunakan di ruang kelas, perkantoran, dunia usaha, hingga industri kreatif, kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat menjadi keterampilan yang semakin menentukan daya saing seseorang di era digital.
Kesadaran itulah yang mendorong semakin banyak masyarakat mulai mempelajari AI. Tidak hanya generasi muda, kalangan pendidik, pelaku UMKM, pekerja profesional, hingga tokoh masyarakat kini ikut mencari ruang belajar agar tidak tertinggal oleh laju transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.
Merespons kebutuhan tersebut, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, akan menggelar pelatihan “AI For Everyone” pada Minggu, 26 Juli 2026.

Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat lintas usia dan lintas profesi agar mampu memahami sekaligus memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hingga pertengahan masa pendaftaran, sebanyak 68 peserta telah terdaftar dengan rentang usia 15 tahun hingga di atas 50 tahun.
Tingginya minat itu menunjukkan bahwa AI mulai dipandang sebagai keterampilan dasar baru yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia kerja, pendidikan, dan ekonomi digital.
Ketua GP Ansor Kelurahan Pondok Petir, Ari Sucipta, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital.

“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan masa kini. Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, memanfaatkan, dan mengembangkan AI secara positif, produktif, serta bertanggung jawab,” ujar Ari.
Menurutnya, pelatihan akan membekali peserta dengan pemahaman mengenai konsep dasar AI, praktik penggunaan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan, hingga penerapannya dalam pendidikan, pekerjaan, organisasi, dan pengembangan usaha.
Peserta juga akan memperoleh materi mengenai etika penggunaan AI, perlindungan data pribadi, serta pentingnya memverifikasi informasi yang dihasilkan teknologi tersebut.
Untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, GP Ansor Pondok Petir menggandeng narasumber dari kalangan akademisi, praktisi industri, dan pegiat teknologi digital yang memiliki pengalaman di bidang Artificial Intelligence.
Selain memperoleh sertifikat, peserta akan mengikuti sesi diskusi interaktif, memperluas jejaring antarpeserta, serta berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize.
Sebagai informasi, pendaftaran pelatihan masih dibuka hingga 19 Juli 2026 dengan kuota terbatas.
Menutup pernyataannya, Ia berharap kegiatan ini menjadi awal terbentuknya masyarakat yang lebih siap menghadapi transformasi digital, sehingga AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas kerja, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Transformasi digital hanya akan memberikan manfaat apabila masyarakat memiliki kemampuan untuk mengikutinya. Karena itu, membangun literasi AI sama pentingnya dengan membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi masa depan,” tutupnya. (el’s)



