Mandailing Natal, | Sketsa Online.co.id – Mobil pengangkut material untuk pembangunan Jembatan Aek Batahan kembali mengakibatkan kerusakan fasilitas umum (fasum) pada Kamis 2 Juli 2026.
Sumber menyampaikan bahwa mobil truk pengangkut material untuk proyek Jembatan Aek Batahan yang dikerjakan PT. Bahana Krida Nusantara (BKN) ini diduga over tonase mengakibatkan amblas sebuah jembatan kecil tidak jauh dari SMAN 1 Batahan. Akibatnya memunculkan lobang menganga di areal jembatan yang berada di jalan lingkar Kelurahan Pasar Baru Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Menanggapi peristiwa itu, Camat Batahan, H. Zulkifli Zaini Dahlan, S.Sos mengaku sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Saya sudah langsung cek ke lokasi kemarin setelah kejadian dan langsung dan langsung berkoordinasi dengan pihak PT. Bahana Krida Nusantara dan sudah diputuskan langkah perbaikan sementara,” sampainya melalui Whatsapp pada Jumat, (3/7/2026).

“Sesuai dengan pembicaraan kami dengan orang perusahaan, jembatan tersebut sudah satu paket dalam anggaran jembatan Aek Batahan untuk pembangunan jembatan tersebut, tapi untuk tindakan sekarang pihak perusahaan akan memasang besi plat untuk sementara sebelum membangun jembatan baru”, terang dia.
“Mohon doa dan dukungannya, nanti saya cek ke lokasi lagi, apabila tidak diindahkan pembicaraan kemarin, maka akan kita ambil langkah tegas, karena jembatan tersebut untuk kepentingan masyarakat yang melintas”, sambung pria berkacamata ini.
Sebelumnya, sebuah jembatan antara Natal – Batahan (Jembatan Langgune) pada Kamis 15 Januari 2026 juga patah akibat dilalui mobil truck bernopol B 9246 UVZ mengangkut baja tiang jembatan yang merupakan material proyek Jembatan Aek Batahan.

Untuk diketahui Pembangunan Jembatan Aek Batahan ini memiliki volume 120 Meter dengan nomor kontrak : HK 0201/APBN-MYC/Bb2-WIL 3.3/PPK-3.3/01/2025. Adapun sumber dana pembangunan merupakan APBN MYC Tahun 2025/2026 (SBSN) dengan total biaya anggaran : Rp. 82.687.342.000 (Delapan puluh dua milyar enam ratus delapan puluh tujuh juta tiga ratus empat puluh dua ribu rupiah). Pelaksana proyek PT. Bahana Krida Nusantara dengan Konsultan Supervisi dari PT. Gita Cipta Siagayasa. (IS)



