Rp50 Juta untuk Ambil Formulir Calon Ketua Kadin Depok? Ini Penjelasan Panitia

Depok | Sketsa Online – Penetapan biaya Rp50 juta untuk pengambilan formulir bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok menjadi perhatian menjelang Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Kota Depok periode 2026–2031.

Panitia menegaskan, nominal tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang telah disepakati untuk menjamin proses pencalonan berlangsung tertib, transparan, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Keputusan itu ditetapkan dalam rapat Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang digelar di Sekretariat Kadin Kota Depok, Margonda, Senin (29/6/2026).

Ketua Steering Committee (SC), Irsan Randi, mengatakan biaya Rp50 juta dibayarkan saat pengambilan formulir bakal calon yang dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Juli 2026.

“Dalam rapat SC dan OC kami telah menyepakati biaya pengambilan formulir sebesar Rp50 juta. Pengambilan formulir dibuka mulai 2 sampai 9 Juli,” ujar Irsan.

Selanjutnya, panitia membuka masa pengembalian formulir beserta dokumen persyaratan pada 10–23 Juli 2026. Rentang waktu tersebut diberikan agar setiap bakal calon memiliki kesempatan yang cukup untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi.

“Pengembalian formulir berlangsung mulai 10 sampai 23 Juli. Waktu itu kami siapkan agar seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.

Irsan menambahkan, seluruh jadwal, mekanisme, dan persyaratan pencalonan akan diumumkan secara resmi pada 2 Juli 2026. Informasi tersebut akan dipublikasikan kepada seluruh anggota dan awak media sebagai bentuk komitmen panitia terhadap keterbukaan proses.

“Pada 2 Juli nanti kami akan mempublikasikan seluruh timeline, mekanisme, dan persyaratan pencalonan agar seluruh anggota memperoleh informasi yang sama dan proses berjalan secara terbuka,” jelasnya.

Selain mengikuti tahapan tersebut, setiap bakal calon juga wajib memenuhi ketentuan organisasi. Salah satunya, memiliki Kartu Tanda Anggota Biasa (KTA-B) yang aktif selama dua tahun berturut-turut, yakni periode 2025–2026.

Hak suara dalam Mukota hanya dimiliki peserta penuh yang mengantongi KTA-B kategori usaha kecil, menengah, dan besar. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat lebih dari 100 perusahaan yang berpotensi memiliki hak pilih. Namun, seluruh data masih akan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai peserta resmi.

“Data sementara kemungkinan lebih dari 100 anggota. Namun seluruhnya masih akan diverifikasi setelah pendaftaran peserta dibuka sehingga hak pilih benar-benar dimiliki anggota yang memenuhi ketentuan organisasi,” ungkapnya.

Mukota merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi Kadin di tingkat kota. Selain memilih Ketua Kadin Kota Depok periode 2026–2031, forum ini juga akan menentukan arah kebijakan organisasi dalam lima tahun ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Organizing Committee (OC), Anggayuda Prabu Mesta atau Angga Prabu, berharap Mukota mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan perdagangan, industri, investasi, dan dunia usaha di Kota Depok.

Menurutnya, tingginya perhatian terhadap Mukota terlihat dari mulai bermunculannya sejumlah nama yang diperbincangkan sebagai bakal calon ketua. Meski demikian, panitia belum dapat memastikan siapa saja yang akan resmi mendaftar hingga tahapan pengambilan formulir dibuka.

“Harapan kami, Mukota periode 2026–2031 melahirkan ketua yang benar-benar mampu membawa Kadin Kota Depok menjadi lebih baik. Sinergi antara Kadin dan pemerintah harus semakin kuat untuk memajukan sektor perdagangan dan industri,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Angga menegaskan Kadin merupakan mitra strategis pemerintah yang berfokus pada penguatan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah, bukan organisasi yang berorientasi mencari proyek pemerintah.

“Kami adalah mitra strategis pemerintah untuk memajukan perdagangan dan industri. Kadin hadir untuk mendorong para pengusaha di Kota Depok agar berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler