Bawa Perubahan Nyata! Ini 4 Program PPP Depok untuk Kesejahteraan Warga dan Lingkungan

Depok | Sketsa Online – Kepedulian terhadap masyarakat perlu diwujudkan melalui program yang menjawab kebutuhan nyata. Di bawah kepemimpinan Mazhab H.M., Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok menjalankan empat program yang menyasar sektor ekonomi, keagamaan, lingkungan, dan pertanian.

Program tersebut meliputi bantuan modal bagi pelaku usaha mikro, distribusi mushaf Al-Qur’an, penanaman pohon produktif, serta dukungan pupuk dan bibit pertanian. Keempatnya diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Bagi kami, partai harus hadir di tengah masyarakat melalui program yang manfaatnya bisa dirasakan secara nyata. Karena itu, kami berupaya menjawab kebutuhan warga, mulai dari penguatan ekonomi keluarga hingga kepedulian terhadap lingkungan dan pertanian,” ujar Mazhab, Sabtu (17/10/2026).

Di sektor ekonomi, PPP Depok memprioritaskan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program bantuan modal. Dukungan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memperkuat permodalan, mengembangkan kegiatan usaha, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Hingga saat ini, bantuan telah menjangkau 145 pelaku usaha dari target 500 penerima yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Penyaluran dilakukan secara bertahap, disertai pemantauan dan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha setelah menerima bantuan.

Mazhab menyebut hasil pemantauan sementara menunjukkan adanya peningkatan omzet pada hampir seluruh UMKM penerima manfaat. Perkembangan tersebut menjadi indikasi awal yang perlu terus ditindaklanjuti melalui pendampingan dan evaluasi agar dampak program dapat berlangsung dalam jangka panjang.

“Kami ingin bantuan ini menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara mandiri, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Selain memperkuat ekonomi keluarga, PPP Depok juga memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat di bidang keagamaan melalui program distribusi 700 mushaf Al-Qur’an. Program yang mulai disalurkan pada Februari 2026 itu diawali dengan penyerahan mushaf kepada perwakilan 50 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Penyediaan mushaf di masjid diharapkan dapat menunjang kegiatan mengaji sekaligus memudahkan jamaah mengakses sarana pembelajaran Al-Qur’an. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an.

Namun, ketersediaan mushaf perlu diimbangi dengan kegiatan belajar dan pendampingan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, masjid, pengajar, dan masyarakat memiliki peran penting untuk memperluas kesempatan belajar membaca Al-Qur’an bagi warga yang membutuhkan.

Ia mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemanfaatannya untuk mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.

“Kami ingin mushaf yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan mengaji dan pembelajaran Al-Qur’an. Harapannya, bantuan ini turut mendukung upaya bersama dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kota Depok,” ujarnya.

Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat juga diwujudkan melalui gerakan penghijauan dengan menanam 1.000 pohon produktif. Hingga menjelang Ramadan 2026, sebanyak 800 pohon dilaporkan telah ditanam. Program tersebut berlanjut pada Mei 2026 melalui penyaluran 100 bibit pohon produktif kepada perwakilan rukun warga (RW) di Kecamatan Pancoran Mas.

Berbeda dari penghijauan yang semata-mata berorientasi pada penambahan tutupan hijau, penanaman pohon produktif juga membuka peluang pemanfaatan hasil tanaman bagi masyarakat. Meski demikian, manfaat tersebut bergantung pada pemilihan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta perawatan yang konsisten hingga tanaman tumbuh dan menghasilkan.

“Gerakan penghijauan harus disertai kepedulian untuk merawat tanaman yang sudah ditanam. Kami ingin pohon-pohon ini tumbuh dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Mazhab.

Upaya mengoptimalkan potensi lokal selanjutnya menyentuh sektor pertanian. PPP Depok mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif melalui uji coba penanaman padi di lahan sawah darat dan tadah hujan di Kecamatan Pancoran Mas.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, program juga mencakup penyediaan pupuk dan bibit tanaman, khususnya bagi budidaya padi. Dukungan sarana produksi ini diarahkan untuk membantu proses budidaya sekaligus mendorong pemanfaatan lahan sesuai dengan potensi dan kondisi setempat.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bibit dan pupuk. Kesesuaian lahan, ketersediaan air, serta pengelolaan budidaya juga perlu diperhitungkan agar kegiatan pertanian dapat berjalan optimal.

“Kami ingin lahan yang masih berpotensi dimanfaatkan bisa dikelola secara produktif. Dengan dukungan yang tepat dan pengelolaan yang baik, kami berharap kegiatan pertanian dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan upaya PPP Depok memperluas kontribusi di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Penguatan UMKM diarahkan untuk menopang ekonomi keluarga, distribusi mushaf mendukung pembelajaran Al-Qur’an, penanaman pohon produktif mendorong kepedulian lingkungan, sedangkan dukungan pertanian membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih optimal.

Ke depan, keberlanjutan menjadi aspek penting agar pelaksanaan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan atau kegiatan sesaat. Ketepatan sasaran, pemantauan perkembangan, serta evaluasi berkala diperlukan untuk mengukur hasil sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki.

Mazhab menegaskan, keberhasilan program perlu dilihat dari dampaknya bagi masyarakat, bukan semata-mata dari jumlah bantuan yang disalurkan atau kegiatan yang terlaksana.

“Bagi kami, keberhasilan program bukan hanya diukur dari jumlah bantuan atau kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan warga. Karena itu, setiap program perlu terus dievaluasi dan dikembangkan agar kontribusinya bagi masyarakat semakin besar,” pungkas Mazhab. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler