Jakarta | Sketsa Online – Reuni alumni biasanya menjadi ruang untuk mengenang masa sekolah dan mempertemukan kembali teman-teman lama. Lintas Generasi Maju (LIGEMA), perkumpulan alumni SMPN 57 Jakarta Selatan, memilih memperluas makna pertemuan dengan menghadirkan kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Bakti sosial pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis digelar di Aula Masjid Tangkuban Perahu, Jalan Taman Tangkuban Perahu, Guntur, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).
Sekitar 500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas alumni SMPN 57 Jakarta Selatan dari berbagai angkatan, mulai 1969 hingga 2026, warga sekitar, serta guru yang masih aktif dan telah memasuki masa purnabakti.

Ketua Umum LIGEMA, Zainal Arifin hadir bersama jajaran pengurus. Ia menilai pertemuan alumni akan memiliki arti lebih luas ketika hubungan yang terbentuk sejak masa sekolah dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat.
“Saya sangat berterima kasih dan terharu melihat antusias dari peserta yang hadir pada kegiatan baksos ini, tentunya menjadi keberkahan untuk kita semua,” ujar Zainal.
Pemeriksaan mata menjadi layanan utama dalam bakti sosial tersebut. Peserta yang mengalami rabun jauh maupun rabun dekat mendapat pemeriksaan sekaligus kacamata secara gratis.
Gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari membaca, belajar, dan bekerja hingga melakukan kegiatan secara mandiri. Pemeriksaan mata menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi penglihatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum mendapat kesempatan memeriksakan matanya.
“Penglihatan sangat berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Kalau kemampuan melihat terganggu, belajar, bekerja, bergerak, sampai melakukan aktivitas sendiri bisa ikut terhambat. Karena itu, pemeriksaan mata penting, terutama bagi mereka yang selama ini belum mendapat kesempatan memeriksakan kondisi matanya,” jelasnya.
Selain layanan kesehatan, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi alumni lintas generasi. Lulusan dari angkatan 1969 hingga 2026 kembali bertemu dengan teman-teman lama, termasuk guru yang masih aktif maupun telah memasuki masa purnabakti.
“Rentang angkatan 1969 sampai 2026 menunjukkan perjalanan yang panjang. Ada yang sudah puluhan tahun tidak bertemu, hari ini bisa kembali duduk bersama. Yang muda bertemu yang lebih senior, guru bertemu kembali dengan murid-muridnya,” ungkapnya.
Suasana pertemuan juga diwarnai bazar yang diikuti alumni pemilik usaha dan pelaku UMKM. Produk mereka diperkenalkan kepada peserta, sekaligus membuka kesempatan untuk memperluas jaringan di antara sesama alumni.
“Kami ingin reuni ini tidak hanya menjadi tempat bertemu dan mengenang masa sekolah. Ada pemeriksaan mata, ada kesempatan bertemu kembali dengan guru dan teman-teman lama, dan ada juga alumni yang bisa memperkenalkan usahanya,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan itu mempertemukan kembali hubungan antargenerasi sekaligus memberi ruang bagi alumni untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan aktivitas usaha. Bagi LIGEMA, pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk menjaga hubungan alumni agar tetap bergerak dan memberi manfaat di luar lingkungan sekolah.
“Antusiasme peserta hari ini menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang lebih luas dan bermanfaat. Kami ingin kebersamaan alumni tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (el’s)







