Kemanunggalan Jadi Nafas Pengabdian, Dandim Depok Tekankan 4 Pesan di HUT ke-81 TNI

Depok | Sketsa Online – Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum bagi Kodim 0508/Depok untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kedekatan dengan rakyat, kesiapan prajurit, dan sinergi lintas unsur.

Komandan Kodim (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf. Ginanjar Wahyutomo, S.H., M.Han., menekankan empat hal yang saling berkaitan dalam pelaksanaan tugas, yakni kemanunggalan dengan rakyat, profesionalisme prajurit, kesiapsiagaan, dan sinergi lintas unsur.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi fondasi penting untuk memahami kondisi wilayah. Interaksi langsung membantu prajurit mengenali persoalan warga sekaligus menentukan langkah sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki.

“TNI berasal dari rakyat. Karena itu, kekuatan TNI tidak hanya terletak pada alutsista, tetapi juga pada kedekatan dan kemanunggalan bersama masyarakat. Dari kedekatan itulah kami dapat memahami persoalan yang dihadapi warga dan memastikan kehadiran TNI benar-benar memberi manfaat di tengah masyarakat,” kata Ginanjar pada Jumat (2/10/26).

Kedekatan itu salah satunya terbangun melalui peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai pionir terdepan. Interaksi langsung bersama warga membuat Babinsa memiliki peran penting mengikuti perkembangan lingkungan, mengenali persoalan, serta membantu mencari langkah penyelesaian sesuai tugas dan kemampuan yang dimiliki.

“Di Kota Depok, kami menjalankan tugas kewilayahan melalui Babinsa sebagai pionir terdepan. Mereka memiliki peran penting untuk mengetahui perkembangan dan berbagai persoalan di wilayah binaan, kemudian membantu mencari langkah penyelesaian sesuai dengan tugas dan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Ginanjar menyebut sejumlah persoalan membutuhkan perhatian serius, mulai bencana alam, ketahanan pangan, konflik sosial, hingga radikalisme. Keragaman tantangan itu membuat koordinasi lintas unsur menjadi kebutuhan agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Kodim selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas kewilayahan. Koordinasi dan kerja sama ini penting agar berbagai persoalan di daerah dapat ditangani secara bersama, sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing,” tegasnya.

Kemampuan merespons persoalan wilayah juga bergantung pada kualitas personel. Profesionalisme dan kedisiplinan menjadi fondasi melalui kepatuhan terhadap hukum, pengendalian sikap, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.

Perubahan teknologi dan arus informasi turut membawa tuntutan baru. Prajurit perlu mengikuti perkembangan media sosial dan teknologi modern, namun tetap menjaga disiplin serta nilai dasar kemiliteran.

“Perubahan zaman turut membawa tuntutan baru. Prajurit perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi modern dan media sosial agar mampu mengikuti dinamika informasi tanpa mengabaikan disiplin serta nilai dasar kemiliteran,” tuturnya.

Kemampuan beradaptasi harus bermuara pada kesiapan bertindak ketika situasi membutuhkan. Karena itu, patroli menjadi salah satu cara menjaga kehadiran prajurit sekaligus memantau perkembangan lingkungan secara berkelanjutan.

Kesiapsiagaan itu juga berjalan seiring dengan penguatan program teritorial yang menyentuh kebutuhan warga. Pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi bagian dari kerja bersama untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

“Upaya tersebut juga diarahkan pada keberhasilan berbagai program teritorial yang menyentuh kebutuhan warga. Program air bersih, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), dan ketahanan pangan menjadi bagian dari agenda yang terus diperkuat,” ungkapnya.

Pada titik inilah kemanunggalan dengan rakyat menemukan maknanya dalam pelaksanaan tugas. Kedekatan menjadi pintu untuk memahami persoalan, sinergi menjadi cara meresponsnya, profesionalisme menjadi landasan bertindak, sementara kesiapsiagaan memastikan prajurit mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Momentum HUT ke-81 TNI sekaligus menjadi pengingat bahwa seluruh rangkaian pengabdian kembali pada kualitas dan kesiapan personel. Prajurit harus mampu mengikuti perkembangan situasi, bergerak ketika dibutuhkan, serta tetap menjaga disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tanggung jawab.

“Kami terus memperhatikan kesiapan prajurit agar selalu siap digerakkan, baik melalui patroli maupun ketika masyarakat membutuhkan kehadiran TNI. Ke depan, kesiapan itu harus terus diperkuat agar setiap personel mampu merespons perkembangan situasi dengan cepat, tepat, dan tetap mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” pungkas Ginanjar. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler