Depok | Sketsa Online – Hari Lansia Nasional menjadi momentum untuk melihat lanjut usia bukan semata dari bertambahnya usia, melainkan dari jejak pengabdian, pengalaman, dan keteladanan yang telah mereka tinggalkan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, SE., M.Si., mengatakan perjalanan panjang para lansia menyimpan nilai kehidupan yang tetap relevan bagi generasi berikutnya. Penghormatan kepada mereka pun tidak seharusnya berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui perhatian, perlindungan, dan penghargaan yang nyata.
“Peringatan Hari Lanjut Usia merupakan wujud nyata penghormatan kepada para orang tua dan sesepuh bangsa yang telah memberikan pengabdian, keteladanan, serta perjuangan panjang bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujar Hj. Yuni, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, keberadaan lansia perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari perjalanan masyarakat. Perubahan zaman tidak semestinya membuat pengalaman dan pengetahuan mereka kehilangan ruang. Sebaliknya, perjalanan hidup para lansia dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda dalam memahami kehidupan, membangun masyarakat, serta meneruskan nilai kebersamaan.
“Lansia bukanlah kelompok yang harus dipandang sebagai beban, melainkan aset bangsa yang menyimpan pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga,” katanya.
Cara pandang tersebut, lanjut Hj. Yuni, perlu diterjemahkan ke dalam perhatian yang lebih konkret terhadap kualitas kehidupan lansia. Kesehatan memang menjadi kebutuhan utama, tetapi kehidupan yang layak juga mencakup rasa aman, kebahagiaan, kesempatan untuk tetap produktif, perlindungan sosial, hingga akses terhadap pelayanan yang memadai.
“Negara dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan para lansia dapat hidup sehat, bahagia, produktif, serta memperoleh perlindungan dan pelayanan yang layak,” tuturnya.
Kepedulian terhadap lansia juga tidak terlepas dari nilai kemanusiaan dan gotong royong yang hidup di tengah masyarakat. Menghormati orang tua dan para sesepuh bukan hanya bentuk penghargaan terhadap masa lalu, tetapi juga upaya menjaga mata rantai pengalaman antargenerasi agar nilai-nilai kehidupan tidak terputus oleh perubahan zaman.
Atas dasar itu, Hj. Yuni mengajak masyarakat memperluas makna Hari Lansia Nasional. Peringatan tersebut tidak cukup menjadi agenda tahunan, tetapi perlu diwujudkan melalui keluarga dan lingkungan sosial yang lebih ramah, peduli, serta memberikan ruang bagi lansia untuk tetap berperan dalam kehidupan bersama.
“Melalui peringatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat budaya menghormati orang tua, memperhatikan kesejahteraan lansia, dan menghadirkan lingkungan yang ramah bagi mereka,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Hj. Yuni menegaskan bahwa generasi saat ini perlu memandang lansia bukan sekadar sebagai bagian dari masa lalu. Di balik perjalanan panjang mereka tersimpan pengalaman, keteladanan, dan nilai kehidupan yang dapat menjadi cermin sekaligus sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga para lansia Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan. Mereka adalah sumber inspirasi sekaligus pengingat bahwa kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dahulu berjuang membangunnya,” pungkas Hj. Yuni. (el’s)







