Depok | Sketsa Online – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Depok menutup rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat dengan aksi donor darah, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Depok itu melibatkan kader, Pengurus Anak Cabang (PAC), serta masyarakat umum.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Ir. Edi Sitorus, mengatakan aksi donor darah tersebut merupakan bagian dari agenda nasional Partai Demokrat yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Di Depok, kegiatan itu menjadi penutup rangkaian peringatan HUT yang digelar sepanjang September.
“Pada September ini, Partai Demokrat melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-25. Donor darah ini menjadi kegiatan terakhir dalam rangkaian tersebut,” kata Edi.
Sebanyak sekitar 150 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kader, PAC, dan masyarakat umum. Namun, tidak seluruh pendaftar dapat mendonorkan darah karena setiap calon pendonor harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Pesertanya berasal dari PAC dan masyarakat, jumlahnya sekitar 150 orang. Namun, tidak semua yang mendaftar dapat melakukan donor darah karena harus melalui pemeriksaan kesehatan. Ada beberapa peserta yang tidak memenuhi syarat untuk donor,” jelasnya.
Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting untuk memastikan calon pendonor memenuhi persyaratan sebelum proses pengambilan darah dilakukan. Dengan tahapan itu, pelaksanaan donor darah tetap memperhatikan kondisi dan kelayakan peserta.
Lebih lanjut, Edi menyebut pelaksanaan donor darah tersebut merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu Palang Merah Indonesia (PMI) memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.
“Donor darah ini sebetulnya instruksi dari DPP. Kami melaksanakan instruksi itu karena DPP memahami bahwa PMI juga membutuhkan darah. Jadi, ini menjadi bagian daripada upaya membantu PMI,” tuturnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antara kader dengan masyarakat. Kehadiran warga umum membuat aksi sosial itu berlangsung lebih terbuka dan tidak terbatas pada lingkungan internal partai.
“Targetnya adalah Demokrat bisa bersilaturahmi dengan masyarakat, bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Kami juga harus lebih banyak lagi peka terhadap apa yang menjadi persoalan masyarakat,” tegasnya.
Semangat menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, akan menjadi bagian dari arah program Demokrat Depok setelah rangkaian HUT ke-25 berakhir. Agenda partai selanjutnya memasuki tahapan konsolidasi, dengan tetap mendorong program yang memiliki manfaat dan keterhubungan dengan kebutuhan warga.
“Konsep program kita ke depan harus bersentuhan dengan masyarakat. Kami ingin setiap kegiatan tidak sekadar berjalan, tetapi memberi manfaat dan menjawab kebutuhan warga. Masyarakat harus melihat Demokrat hadir, peduli, dan memberi manfaat,” pungkas Edi. (el’s)







