Depok | Sketsa Online – Kabar mengenai keberadaan jurnalis Merdeka.com, Ari Basuki yang akrab disapa Arbas, masih dinanti keluarganya. Arbas dilaporkan hilang saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Krakatau.
Di tengah penantian itu, sang istri, Sri Damayanti, mendapat kunjungan dari Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany.
Hj. Yuni datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia menemui Sri dan keluarga untuk melihat kondisi mereka sekaligus menyampaikan dukungan di tengah proses pencarian Abas yang belum membuahkan kepastian.
“Saya melihat sendiri bagaimana Sri tetap tegar. Dalam situasi seperti ini, tentu tidak mudah bagi seorang istri menunggu kabar suaminya tanpa kepastian. Itu yang membuat saya tergerak untuk datang dan memberikan dukungan,” ujar Hj. Yuni pada Selasa (23/9/26).
Hj. Yuni menyampaikan bahwa dukungan moral dibutuhkan keluarga selama belum ada kepastian mengenai keberadaan Arbas. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus mendoakan keluarga dan berharap Arbas segera ditemukan.
“Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan keluarga bukan hanya informasi, tetapi juga dukungan, doa, dan kekuatan. Kita sama-sama berharap Arbas segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan,” katanya.
Sekitar tiga tahun terakhir, keluarga Arbas menetap di Depok. Setelah sebelumnya tinggal di Tangerang Selatan.
Kedatangan Hj. Yuni mengejutkan Sri karena tidak didahului pemberitahuan. Ia mengaku bersyukur mendapat perhatian di tengah situasi yang sedang dihadapi keluarganya.
“Saya sangat terkejut dan bersyukur atas kedatangan Ibu dan Bapak yang datang tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, perhatian yang diberikan kepada kami merupakan sesuatu yang luar biasa dan sangat berarti bagi saya,” ungkap Sri.
Sri melihat kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap profesi jurnalistik yang dijalani suaminya. Di balik tugas seorang jurnalis di lapangan, kata dia, terdapat keluarga yang ikut menunggu dan merasakan setiap keadaan.
“Bagi saya, kepedulian Hj. Yuni merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi jurnalis. Di balik tugas seorang jurnalis, ada keluarga yang selalu menunggu dan ikut merasakan setiap keadaan. Apalagi, kami tinggal di luar wilayah yang menjadi dapil beliau. Jadi, ketika beliau datang langsung menemui kami, tentu perhatian itu sangat berarti bagi saya,” jelas Sri.
Doa bersama turut mewarnai pertemuan tersebut. Hj. Yuni kemudian menyerahkan tali kasih kepada keluarga Arbas.
Kunjungan itu, lanjut Sri, menjadi penguatan untuk menjalani masa penantian. Ia tetap berharap Arbas dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kedatangan beliau memberikan penguatan kepada saya agar tetap sabar, ikhlas, dan tidak berhenti berdoa. Kami memang belum menemukan jejak keberadaan Arbas, sehingga harapan itu masih tetap ada. Kami terus berdoa kepada Allah untuk keselamatan Arbas,” tuturnya.
Sri juga mengapresiasi pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian. Ia memahami bahwa pencarian memiliki keterbatasan ketika belum terdapat petunjuk mengenai keberadaan Arbas.
“Kalau sampai jejaknya belum ditemukan, saya memahami bahwa itu berada di luar kuasa manusia. Saya sangat menghargai seluruh upaya dan perhatian yang sudah diberikan kepada keluarga kami,” katanya.
Proses pencarian Arbas sebelumnya telah memasuki hari kesembilan sebelum dihentikan sementara. Bagi keluarga, penghentian sementara pencarian tidak serta-merta menghapus harapan untuk mendapatkan kabar mengenai keberadaannya.
Di tengah penantian itu, Sri mengaku pernah bermimpi didatangi Arbas. Pengalaman tersebut membekas dalam ingatannya. Namun, ia tetap memandangnya sebagai pengalaman pribadi dan tidak menjadikannya sebagai kepastian mengenai keberadaan suaminya.
Sri mengatakan belum melaksanakan salat gaib maupun tahlil karena masih menunggu kepastian mengenai keberadaan Arbas. Ia memilih terus memanjatkan doa keselamatan.
“Sebagai manusia dan seorang muslim, saya percaya bahwa apa pun yang Allah takdirkan, itulah yang terbaik untuk saya, Arbas, dan anak-anak. Walaupun sampai saat ini belum ditemukan jejak apa pun, hati kecil saya masih percaya bahwa Arbas masih ada. Saya hanya belum tahu di mana keberadaannya. Saya tidak melakukan salat gaib maupun tahlil, tetapi tetap memanjatkan doa keselamatan sesuai dengan yang saya rasakan dalam hati,” ujar Sri.
Kini, Sri masih menunggu kabar mengenai suaminya. Ia berharap perhatian dan doa dari berbagai pihak tetap menyertai keluarganya sampai ada kepastian mengenai keberadaan Arbas.
“Di tengah semua yang kami hadapi, saya hanya ingin berterima kasih kepada siapa pun yang masih mengingat, mendoakan, dan memberikan perhatian kepada Arbas dan keluarga kami. Bagi kami, itu sangat berarti,” pungkas Sri. (el’s)







