Depok | Sketsa Online – Wacana parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen untuk Pemilu 2029 mulai menjadi perhatian partai politik. Bagi PPP Kota Depok, kemungkinan kenaikan ambang batas tersebut justru menjadi dorongan untuk memperkuat konsolidasi dan mempersiapkan diri lebih awal.
Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab H.M., mengatakan angka 5 persen yang belakangan muncul dalam sejumlah pernyataan politik belum menjadi ketentuan resmi. Besaran PT untuk Pemilu 2029 masih harus melalui pembahasan di DPR RI.
“Dari beberapa pernyataan partai besar atau partai parlemen, bahwa untuk PT 2029 nyaris di angka 5 persen. Meskipun sampai saat ini memang belum ada ketetapannya, karena nanti mesti dibahas di DPR RI,” kata H. Mazhab, Senin (21/9/2026).
Wacana tersebut muncul bersamaan dengan evaluasi atas hasil Pemilu 2024. Pada Pemilu 2019, PPP masih memenuhi ambang batas parlemen dan memperoleh kursi di DPR RI. Namun, pada Pemilu 2024, PPP tidak memenuhi PT sehingga tidak memperoleh kursi di parlemen nasional.
“Untuk PPP, yang pada Pemilu 2024 terlempar dari parlemen, tentu ini menjadi tantangan besar, tantangan berat,” ujarnya.
H. Mazhab mengatakan hasil Pemilu 2024 menjadi pelajaran bagi PPP untuk memperkuat kembali kerja organisasi. Pengalaman setelah Pemilu 2019, ketika partai masih mampu memenuhi ambang batas parlemen, tidak boleh membuat kader terlena. Kelengahan yang terjadi harus menjadi evaluasi agar tidak kembali terulang.
“PPP sebagai partai lama tentu tidak akan menyerah begitu saja. Sikap itu justru menjadi pijakan bagi kami untuk terus berjuang,” tegasnya.
Di tengah wacana PT 5 persen, PPP Depok memilih meningkatkan pergerakan kader. H. Mazhab menilai persiapan menghadapi pemilu tidak dapat dilakukan secara mendadak, tetapi perlu dibangun melalui konsolidasi dan kerja organisasi yang berkelanjutan.
“Ramainya pernyataan-pernyataan mengenai PT sebesar 5 persen, justru membakar semangat para kader Partai Persatuan Pembangunan, khususnya PPP Kota Depok dan umumnya PPP secara keseluruhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia juga menyinggung pergerakan kader di berbagai daerah setelah Pemilu 2019 lalu. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi PPP, terutama setelah partai tidak memenuhi PT pada Pemilu 2024. Karena itu, ia mengingatkan kader agar tidak kembali lengah dalam menghadapi kontestasi berikutnya.
“Ini bisa kita lihat dari pergerakan teman-teman di berbagai daerah yang memang menjadi pelajaran berharga dari Pemilu 2019. Kita lengah. Oleh karena itu, tidak boleh lagi lengah untuk kedua kalinya,” ujar H. Mazhab.
Sembari menunggu kepastian aturan Pemilu 2029, PPP Kota Depok menyatakan akan menjaga konsolidasi internal dan memperkuat keterlibatan kader. Bagi PPP, wacana PT 5 persen menjadi salah satu pemicu untuk bekerja lebih awal dan menjadikan pengalaman Pemilu 2024 sebagai bahan evaluasi.
“Kita tetap semangat. PT 5 persen justru membakar semangat dan menjadi energi baru bagi perjuangan Partai Persatuan Pembangunan,” pungkasnya. (el’s)







