HUT RI ke-81 di Tirtajaya Meriah! Bapak-Bapak Bergaya 80-an, Lurah Soroti Kekompakan Warga

Depok | Sketsa Online — Sejumlah bapak-bapak tampil dengan gaya era 1980-an dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tirtajaya, Depok. Mengenakan busana khas masa itu dan membawakan lagu-lagu dangdut klasik, penampilan mereka mengundang gelak tawa sekaligus membuat warga ikut bernyanyi dan berjoget.

Aksi tersebut menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam perayaan HUT RI di lingkungan RT 004/RW 02, Kelurahan Tirtajaya, Sabtu (5/9/2026) malam. Di balik kemeriahannya, kegiatan tersebut juga memperlihatkan keterlibatan warga dari berbagai generasi dalam membangun kebersamaan di lingkungan.

Plt Lurah Tirtajaya, Agus Sulaeman mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan lintas generasi menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih terjaga di tengah masyarakat.

“Hubungan yang dekat antara aparatur dan masyarakat akan memudahkan penyampaian aspirasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Agus.

Agus juga menilai pengurus lingkungan memiliki posisi strategis dalam menggerakkan masyarakat. Kedekatan RT dan RW dengan warga membuat komunikasi berlangsung lebih cepat, termasuk ketika pemerintah membutuhkan masukan mengenai berbagai persoalan di lingkungan.

Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus diperkuat. Pemerintah tidak cukup hanya hadir melalui program dan pelayanan administratif, tetapi juga perlu membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Perayaan malam itu diawali dengan sambutan Ketua RT 004/RW 02 Sopian Hadi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Rangkaian acara kemudian diisi tari tradisional, musik daerah, paduan suara ibu-ibu PKK, karaoke anak-anak, hingga peragaan busana.

Ketua RT 004/RW 02 Sopian Hadi mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga. Ia berharap semangat yang muncul dalam rangkaian kegiatan dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antarwarga,” ujar Sopian.

Sopian juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dari keberlangsungan kegiatan di tingkat lingkungan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan 17 Agustus. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong yang telah terjalin dapat terus kita pertahankan,” katanya.

Lebih lanjut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Pradi Supriatna, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi warga, khususnya generasi muda, dalam menjaga tradisi perayaan kemerdekaan di lingkungan.

“Saya berterima kasih kepada warga, terutama adik-adik generasi muda yang setiap tahun menggelar acara seperti ini. Itu tanda cinta kepada negara dan bangsa,” kata Pradi.

Pradi menilai keberadaan RT dan RW memiliki arti penting karena menjadi unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Aspirasi dan kebutuhan warga, kata dia, dapat lebih mudah dirumuskan ketika komunikasi di tingkat lingkungan berjalan baik.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengabdian Ketua RW 02 Widodo yang sebelumnya pernah menjadi ketua RT. Pradi menilai, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika masyarakat.

“Kalau bicara kesan, saya sangat terkesan kepada beliau dalam melayani warga dengan dinamika yang ada, baik kegiatan fisik maupun nonfisik,” ujarnya.

Selain hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat dan aparatur pemerintahan. Para warga, tokoh masyarakat, alim ulama, Karang Taruna, LPM, PKK, serta berbagai unsur lingkungan hadir dalam suasana yang cair.

Dalam kesempatan itu, para calon Ketua RW 02 juga menyampaikan visi dan misi menjelang pemilihan. Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan bermasyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan hiburan, tetapi juga melalui partisipasi warga dalam proses kepemimpinan di lingkungan.

Menutup sambutannya, Pradi berharap suasana kebersamaan yang tercipta dapat menjadi energi positif untuk kehidupan masyarakat setelah perayaan kemerdekaan berakhir.

“Pokoknya dalam acara ini semua harus senang dan gembira. Kita saling mendoakan. Apa yang dilakukan Pak RT, Pak RW, lurah, camat, kita doakan menjadi kebaikan untuk kita semua,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler