Depok | Sketsa Online – Mengurus paspor tidak selalu harus dilakukan dengan mendatangi kantor imigrasi. Melalui program Eazy Passport, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menghadirkan pelayanan paspor langsung di lokasi pemohon sebagai upaya memperluas akses layanan keimigrasian.
Layanan tersebut kembali digelar di Al-Jannah Islamic, Nature & Science School, Depok, Senin (31/8/2026). Petugas imigrasi hadir langsung untuk melayani pemohon yang mengajukan permohonan paspor.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, A.Md.IM., S.H., M.A., mengatakan Eazy Passport merupakan inovasi pelayanan yang dikembangkan untuk mendekatkan layanan keimigrasian sekaligus memberikan kemudahan akses bagi pemohon.
“Melalui Eazy Passport, kami hadir langsung ke lokasi masyarakat. Jadi, masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor imigrasi untuk mendapatkan pelayanan paspor,” kata Irvan.
Menurutnya, pola jemput bola tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan dalam pelayanan publik. Petugas tidak hanya menunggu pemohon datang ke kantor, tetapi juga berupaya hadir ketika kebutuhan pelayanan dapat difasilitasi melalui mekanisme yang tersedia.
“Kami ingin pelayanan itu tidak hanya menunggu masyarakat datang. Ketika ada kebutuhan dan bisa kami fasilitasi melalui Eazy Passport, kami berupaya hadir langsung di lokasi. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian menjadi lebih dekat,” ujarnya.
Kehadiran layanan di lokasi memberikan kemudahan, khususnya dalam pengurusan paspor secara kolektif. Meski demikian, kemudahan tersebut menyangkut akses dan lokasi pelayanan, bukan pengurangan persyaratan maupun prosedur keimigrasian.
Setiap permohonan tetap harus mengikuti tahapan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, inovasi pelayanan diarahkan untuk membuat layanan lebih mudah dijangkau tanpa mengurangi standar pelayanan keimigrasian.
“Yang kami berikan adalah kemudahan aksesnya. Proses dan ketentuannya tetap harus sesuai dengan aturan. Jadi, kemudahan pelayanan bukan berarti mengurangi standar, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan layanan dengan cara yang lebih mudah dan nyaman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Irvan menilai kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh selesainya proses administrasi. Kemudahan akses, respons terhadap kebutuhan, serta pengalaman pemohon saat memperoleh pelayanan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Bagi kami, pelayanan adalah bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dan merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang kami berikan,” tuturnya.
Kehadiran Eazy Passport di Al-Jannah Islamic, Nature & Science School menjadi salah satu bentuk penerapan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”. Melalui pola tersebut, pelayanan keimigrasian diupayakan semakin dekat dan mudah dijangkau tanpa mengesampingkan kepastian prosedur serta standar pelayanan.
Menutup pernyataannya, Irvan memastikan inovasi pelayanan akan terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan publik sekaligus meningkatkan kualitas layanan keimigrasian.
“Prinsipnya, kami ingin pelayanan keimigrasian semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Semangat kami adalah menghadirkan Imigrasi untuk Rakyat melalui pelayanan yang responsif, mudah, dan memberikan manfaat nyata,” tegasnya. (el’s)







