Jangan Salah Pilih Circle! Camat Sukmajaya Ajak Pemuda Depok Temukan Potensi dan Jadi Pelopor

Depok | Sketsa Online – Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP, M.A, mengajak generasi muda memanfaatkan momentum Pemuda Pelopor Depok 2026 untuk mengenali potensi diri, mengembangkan minat dan bakat, serta berani menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Agenda tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kemampuan dan kepeloporan di berbagai bidang, sekaligus mendorong mereka tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi mampu mengubah potensi dan kreativitas menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting bukan menjadi apa di organisasi, tetapi bagaimana setiap pemuda dan pemudi tahu potensi dirinya dan bisa fokus mengembangkannya sehingga apa pun yang dicapai membuat pribadinya bahagia dan tetap kuat, tangguh,” ujarnya pada Kamis (13/8/26).

Menurutnya, proses menemukan dan mengembangkan potensi diri tidak selalu berjalan mudah. Pemuda akan menghadapi tantangan, kesulitan, kegagalan hingga pesimisme dari lingkungan. Kondisi tersebut justru perlu dijadikan pengalaman untuk membangun mental dan ketangguhan.

Di tengah perubahan global yang semakin cepat, Christine juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan. Circle yang sehat dapat menjadi faktor pendukung bagi pemuda untuk berkembang, sementara lingkungan yang negatif berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku.

“Sesekali pasti menemui kesulitan, tantangan bahkan kegagalan dan pesimisme lingkungan. Namun setiap kita harus mempunyai circle yang positif dan sehat pergaulannya agar terhindar dari pengaruh buruk kemajuan global yang banyak mempengaruhi,” katanya.

Lebih lanjut, untuk menciptakan ekosistem kepemudaan yang positif, Kecamatan Sukmajaya mendorong kolaborasi dengan Karang Taruna, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), PKK, Forum Anak, Forum Genre, komunitas serta berbagai organisasi yang ada di wilayahnya.

Ia menilai kolaborasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan yang dekat dengan minat generasi muda. Olahraga, seni dan budaya, hobi, kegiatan sosial hingga berbagai aktivitas kreatif dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk menemukan sekaligus mengasah potensinya.

“Kita perlu membuat banyak agenda kepemudaan dan giat di lingkungan yang mereka minati untuk berpartisipasi, melalui olahraga, seni dan budaya serta segala hobi pemuda,” tegasnya.

Kepeloporan tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Pemuda dapat memulainya dari lingkungan terdekat dengan mengenali persoalan, mengembangkan gagasan, kemudian menghadirkan karya atau solusi sesuai kemampuan dan bidang yang diminati.

Karena itu, Pemuda Pelopor Depok 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong generasi muda tampil sebagai penggerak. Bukan hanya menunjukkan prestasi personal, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat melalui bidang yang mereka kuasai.

Dengan dukungan pemerintah, organisasi kepemudaan, komunitas, keluarga dan masyarakat, ruang tumbuh bagi generasi muda diharapkan semakin terbuka. Pemuda pun memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun jejaring positif, mengembangkan kreativitas dan mengubah potensi menjadi karya.

“Yang terpenting bukan sekadar menjadi bagian dari organisasi. Setiap pemuda harus mampu menemukan potensi dirinya, fokus mengembangkan, tetap kuat ketika menghadapi tantangan, dan menjadikan apa yang dimilikinya sebagai sesuatu yang bermanfaat,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler