Kompak Bergerak Berdampak! PGI Depok Pacu Prestasi, Kembangkan Golf Jadi Sport Tourism

Depok | Sketsa Online – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok terus memperkuat pembinaan olahraga golf dengan memadukan peningkatan prestasi atlet dan perluasan manfaat bagi masyarakat. Semangat itu tercermin dalam pelaksanaan Wali Kota Cup Seri II yang diikuti 220 peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek.

Ketua PGI Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., mengatakan, tingginya partisipasi menunjukkan semakin terbukanya ruang kompetisi golf di Kota Depok. Turnamen yang digelar secara terbuka tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi pegolf lokal, tetapi juga menarik peserta dari berbagai daerah di Jabodetabek.

“Pesertanya itu 220 peserta dari Jabodetabek. Jadi bukan hanya Depok. Kalau sudah open begini, siapa pun boleh mendaftar. Se-Jabodetabek bisa mendaftar, kita tutup tiga lapangan,” ujarnya pada Selasa (11/8/26).

Antusiasme peserta pada seri kedua meningkat dibandingkan pelaksanaan perdana yang hanya diikuti sekitar 150 pegolf dengan menggunakan dua lapangan. Kali ini, PGI Depok memperluas penyelenggaraan hingga tiga lapangan untuk mengakomodasi jumlah peserta yang lebih besar.

“Seri pertama hanya dua lapangan, pesertanya hanya 150-an. Nah, kali ini yang terbesar kita bikin tiga lapangan, pesertanya 220,” katanya.

Di balik kemeriahan turnamen, PGI Depok juga menjadikannya sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Kota Depok dipercaya menjadi tuan rumah, sementara pertandingan cabang olahraga golf dijadwalkan berlangsung di Emeralda Golf pada 9–19 November 2026.

Menurutnya, Kota Depok memiliki potensi besar dalam melahirkan pegolf berkualitas. Sejumlah atlet yang kemudian berkiprah di tingkat nasional hingga internasional disebut lahir dari pembinaan di Kota Depok.

“Depok itu banyak melahirkan atlet-atlet nasional dan internasional. Banyak pro yang dilahirkan oleh Depok,” tuturnya.

Karena itu, setiap turnamen dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi sekaligus peningkatan jam terbang para atlet. Pegolf Depok turut diturunkan dalam Wali Kota Cup Seri II untuk mengukur kesiapan mereka sebelum menghadapi persaingan di ajang Porprov.

“Ini sebagian dari ajang untuk mempersiapkan atlet-atlet. Tadi semua atlet kita mainkan sebagai ajang bagaimana persiapan Porprov tanggal 9 November sampai dengan 19 November sebagai tuan rumah. Karena target kita itu adalah mendulang emas,” tegasnya.

Hasil awal dari kompetisi tersebut juga dinilai cukup positif. Sejumlah atlet Depok berhasil meraih posisi juara pada kategori putra maupun putri. Capaian itu menjadi modal untuk terus melakukan evaluasi dan penguatan kemampuan menjelang Porprov.

“Cukup baik. Tadi ada yang juara juga dan itu yang akan terus kita asah ke depan. Masih ada dua bulan lebih untuk mempersiapkan, dan kita akan genjot secara maksimal untuk persiapan Porprov supaya atlet kita bisa mendapatkan medali, baik medali emas, medali perak, maupun medali perunggu,” ujarnya.

Ambisi tersebut menjadi penting karena cabang olahraga golf selama ini belum mampu menyumbangkan medali bagi Kota Depok dalam ajang Porprov.

“Selama ini kita enggak pernah dapat medali. Nah, ini akan saya genjot. Alhamdulillah, atlet Depok ada yang menjuarai juga, itu di flight wanita dan di flight laki-laki,” katanya.

Untuk menghadapi Porprov, PGI Depok menyiapkan 10 atlet. Dari jumlah tersebut, tujuh atlet akan menjadi bagian utama tim yang bertanding, sementara tiga lainnya disiapkan sebagai cadangan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak terduga.

“Atlet kita tetap 10, tapi yang akan bertanding tujuh. Tiganya ini cadangan. Bila nanti dari tujuh ini ada yang berhalangan, sakit atau kita enggak tahu dalam perjalanan, maka yang tiga itu bisa menggantikan,” jelasnya.

Namun, orientasi PGI Depok tidak berhenti pada pencapaian di arena pertandingan. Organisasi tersebut juga mendorong golf agar berkembang menjadi bagian dari penguatan potensi daerah melalui sport tourism dan keterlibatan masyarakat.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu ruang untuk memperkuat semangat tersebut. Aktivitas olahraga diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat kebangsaan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.

Sejalan dengan itu, PGI Depok telah menyiapkan sejumlah program kerja, di antaranya PGI Goes to School serta program yang diarahkan untuk meningkatkan kontribusi olahraga terhadap perekonomian masyarakat.

“Tentu ke depannya sport tourism terhadap golf. Kami sudah memang ada program kerja yang namanya PGI Goes to School dan PGI meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

PGI Depok juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah dan pelaku UMKM agar kegiatan olahraga mampu menciptakan manfaat yang lebih luas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menempatkan golf bukan sekadar sebagai cabang olahraga, melainkan bagian dari ekosistem pengembangan potensi daerah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, berkoordinasi dengan UMKM yang ada supaya PGI menjadi bagian dari ikut menyukseskan program pemerintah untuk bagaimana olahraga-olahraga yang ada di Kota Depok,” katanya.

Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan, upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap golf yang selama ini kerap dianggap sebagai olahraga eksklusif. PGI Depok ingin memperluas akses dan pengenalan golf, terutama kepada generasi muda, sehingga olahraga tersebut dapat memberi manfaat yang lebih inklusif.

“Kami ingin golf tidak lagi dipandang sebatas olahraga, tetapi menjadi bagian dari gerakan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dari pembinaan atlet, keterlibatan generasi muda, hingga sport tourism dan penguatan ekonomi, semuanya harus bergerak bersama untuk membawa Kota Depok semakin maju,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler