Depok | Sketsa Online – Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Prof. Dr. Jamhari Makruf, M.A., Ph.D., mendorong Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok menjadikan turnamen Piala Wali Kota Depok sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektor.
Prof. Jamhari menjelaskan, pertandingan golf tidak semestinya berhenti pada aspek kompetisi. Interaksi yang tercipta dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah, dunia usaha, aparatur sipil negara (ASN), masyarakat sipil, dan lembaga pendidikan untuk membangun jejaring serta merumuskan kerja bersama.
“Saya kira acara ini sangat baik. Bagaimana mengakrabkan antara Pemkot Depok dengan seluruh elemen masyarakat, baik dari sektor bisnis, ASN, masyarakat sipil, maupun lembaga pendidikan,” ujar Prof. Jamhari.
Ia menilai kemajuan Kota Depok membutuhkan kontribusi berbagai unsur. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda secara mandiri tanpa dukungan masyarakat dan sektor terkait.
“Membangun dan mengembangkan Depok harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya pemerintah saja. Semua pihak perlu terlibat,” katanya.
Ruang interaksi seperti turnamen golf dapat membuka komunikasi sekaligus memperluas peluang kemitraan, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, sumber daya manusia, dan pengembangan kota.
“Olahraga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan banyak pihak. Dari situ bisa tumbuh komunikasi, kerja sama, dan berbagai peluang lainnya,” ujarnya.
Atas dasar itu, PGI Kota Depok diharapkan memperluas kiprah. Selain mencetak atlet, organisasi tersebut dapat berfungsi sebagai penghubung berbagai kalangan untuk melahirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan perhatian Prof. Jamhari terhadap penguatan sumber daya manusia. Ia mengapresiasi program beasiswa yang diinisiasi Wali Kota Depok Supian Suri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Bapak Wali Kota yang telah menginisiasi pemberian beasiswa dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi untuk mencetak talenta-talenta Depok yang unggul,” tuturnya.
Lebih lanjut, keberadaan sekolah unggulan dan perguruan tinggi besar, menjadi modal penting untuk mencetak generasi yang memiliki daya saing.
“Banyak SMA unggulan dan perguruan tinggi besar berada di Depok. Karena itu, saya menilai arah kebijakan ini sudah tepat dalam membangun talenta untuk Depok,” katanya.
Di sektor pendidikan tinggi, UIII terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan Islam dengan jejaring internasional. Kampus tersebut dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu rujukan pendidikan Islam sekaligus ruang akademik bagi mahasiswa mancanegara.
“UIII dapat menjadi salah satu rujukan pendidikan Islam di Indonesia, termasuk bagi mahasiswa internasional,” ujar Prof. Jamhari.
Hubungan UIII dengan Pemkot Depok juga berkembang ke bidang lingkungan melalui penanaman pohon dan penataan kawasan. Kampus itu sekaligus menyiapkan rencana pembangunan stadion internasional di lahan sekitar 20 hektare.
Rencana tersebut telah mendapat dukungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Depok Supian Suri, serta Menteri Pemuda dan Olahraga. Namun, realisasinya masih menunggu kepastian pendanaan.
“Sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Gubernur KDM sudah berkunjung, Wali Kota juga mendukung, dan Menpora pun telah meninjau lokasi serta melihat kemungkinan pengembangannya. Semuanya sangat suportif,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Prof. Jamhari berharap fasilitas tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi juga menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi.
“Ini akan menjadi kebanggaan bersama. Jika terwujud, fasilitas ini tidak hanya menjadi stadion, tetapi juga ruang olahraga dan interaksi masyarakat Depok di lingkungan UIII,” tutupnya. (el’s)







