Depok | Sketsa Online – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Depok memasuki fase regenerasi kepemimpinan.
Setelah Aditya M. Ridwan menuntaskan masa kepengurusan periode 2022–2026, tongkat estafet organisasi dipercayakan kepada Yusni Nurdani yang ditunjuk memimpin DPC Gekrafs Kota Depok periode 2026–2029.
Pelantikan kepengurusan baru dijadwalkan akan dilaksanakan pada waktu mendatang.
Pergantian kepengurusan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat peran Gekrafs sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Depok.

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif yang didorong transformasi digital, organisasi diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi.
Yusni yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC Gekrafs Kota Depok menilai sektor ekonomi kreatif memiliki prospek besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kreativitas masyarakat perlu didukung dengan kolaborasi, pendampingan, dan akses yang lebih luas agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami ingin Gekrafs menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi yang dimiliki Kota Depok. Ketika semua pihak bergerak bersama, akan lahir lebih banyak inovasi dan peluang yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Yusni pada Rabu (29/7/26).
Ia menjelaskan, kepengurusan periode 2026–2029 akan memfokuskan perhatian pada penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui berbagai program peningkatan kompetensi, pendampingan usaha, promosi produk lokal, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.
Di samping itu, perluasan akses pasar dan jejaring kemitraan juga menjadi perhatian agar pelaku ekonomi kreatif memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan usahanya.
Yusni menyampaikan, tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana mampu beradaptasi dengan perubahan pasar, memanfaatkan teknologi, serta membangun jaringan yang kuat agar dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kolaborasi adalah kunci. Ketika pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media berjalan bersama, ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh lebih kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Gekrafs Depok akan memperkuat perannya sebagai organisasi yang terbuka dan inklusif dengan merangkul seluruh subsektor ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan tersebut, setiap pelaku kreatif, baik yang baru merintis maupun yang telah berkembang, diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta mengakses berbagai peluang pengembangan usaha.
Menutup pernyataannya, Yusni optimistis, apabila seluruh potensi yang dimiliki Kota Depok mampu disinergikan, sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Gekrafs adalah rumah bersama bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif. Kami ingin membangun organisasi yang terbuka, kolaboratif, dan menghadirkan manfaat nyata. Dengan semangat kebersamaan, kami berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh, berkembang, dan berkontribusi dalam mewujudkan Depok sebagai kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya. (el’s)







