Depok | Sketsa Online – Komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mengembangkan industri kreatif yang inovatif dan berkelanjutan kembali mendapat apresiasi.
Pengurus Cabang 4 Gabungan I Jalasenastri Gabungan Koarmada RI melakukan kunjungan kerja ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Rabu (22/7/2026), untuk mempelajari pengelolaan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengenal lebih dekat potensi Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah.
Kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengembangan industri kreatif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan itu, rombongan mengikuti workshop pengolahan kantong plastik kresek yang dipandu pelaku usaha lokal, Andya Handmade.
Para peserta diperkenalkan pada seluruh tahapan pengolahan limbah plastik, mulai dari proses pemilahan dan pembersihan hingga teknik mengolahnya menjadi beragam produk kerajinan yang fungsional, memiliki nilai estetika, serta berdaya saing di pasar.
Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa limbah plastik yang selama ini identik sebagai persoalan lingkungan dapat diubah menjadi produk kreatif bernilai tambah apabila dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan sentuhan inovasi.
Usai mengikuti workshop, rombongan didampingi Ketua Harian beserta jajaran pengurus Dekranasda Kota Depok berkeliling galeri untuk melihat sekaligus membeli berbagai hasil karya para perajin dan pelaku IKM.
Aneka produk fesyen, kriya, aksesori, hingga kerajinan berbahan daur ulang yang dipamerkan mencerminkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk lokal yang terus berkembang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Ir. Widyati Riyandani, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dalam pengembangan industri kreatif di tingkat nasional.
“Industri kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah dari kreativitas, budaya, dan inovasi. Melalui workshop ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bahan baku bernilai ekonomi jika dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas,” ujar Widyati.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan penerapan konsep ekonomi sirkular yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Depok.
Dengan konsep itu, material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dimanfaatkan kembali menjadi produk dengan nilai guna yang lebih tinggi, sehingga mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan ekonomi baru bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, Disdagin bersama Dekranasda secara konsisten melakukan pembinaan kepada para perajin dan pelaku IKM melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan inovasi produk, penguatan mutu, fasilitasi sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar dan jejaring usaha.
“Keunggulan sebuah produk saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas dan desain. Produk juga harus memiliki inovasi, nilai keberlanjutan, serta identitas yang mampu menjadi daya tarik di pasar. Karena itu, kami terus mendorong pelaku IKM agar menghasilkan karya yang kompetitif sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Widyati berharap kunjungan Jalasenastri Gabungan Koarmada RI menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang semakin luas dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis ekonomi sirkular.
“Semoga pertemuan ini menjadi ruang bertukar inspirasi sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam memajukan produk lokal. Semakin banyak masyarakat menggunakan karya anak bangsa, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan para perajin, serta tumbuhnya budaya inovasi yang berkelanjutan,” tutupnya. (el’s)



