Kebakaran TPA Cipayung Pertegas Urgensi Reformasi Sistem Persampahan di Depok

Depok | Sketsa Online – Kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung pada Kamis (16/7/2026) malam menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mempercepat reformasi sistem persampahan.

Insiden tersebut bukan sekadar peristiwa kedaruratan, melainkan menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah berbasis penimbunan semakin menghadapi tantangan serius dan membutuhkan transformasi yang lebih menyeluruh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan indikasi awal kebakaran terdeteksi sekitar pukul 19.00 WIB dari bagian bawah timbunan sampah di area yang berdekatan dengan lokasi penimbangan kendaraan.

Petugas TPA yang berada di lokasi segera melakukan penanganan awal sebelum melaporkan kejadian kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Laporan diterima sekitar pukul 20.23 WIB dan langsung direspons dengan pengerahan armada serta personel dari sejumlah unit pelayanan.

Proses pemadaman dilakukan secara terpadu melibatkan DLHK, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, aparat wilayah, serta unsur terkait lainnya. Penanganan difokuskan pada pelokalisasian api, penyemprotan air secara berkelanjutan, pembongkaran timbunan yang diduga masih menyimpan bara, serta pencegahan agar kobaran tidak meluas ke area lain.

Sekitar pukul 21.23 WIB, api utama berhasil dipadamkan. Meski demikian, proses pendinginan terus dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam timbunan.

“Kami bersyukur api dapat segera dilokalisasi sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Setelah pemadaman, petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api susulan,” ujar Reni pada Senin (20/7/26).

Mengenai penyebab kebakaran, Reni menegaskan hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Karena itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah insiden dipicu gas metana, faktor cuaca, aktivitas manusia, korsleting listrik, ataupun penyebab lainnya.

“Apabila ditemukan unsur pelanggaran prosedur atau kelalaian, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Prinsip kami adalah tidak berspekulasi, namun juga tidak menutup-nutupi hasil pemeriksaan,” katanya.

Menurut Reni, kejadian ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem mitigasi kebakaran di TPA Cipayung.

Selama ini berbagai langkah pencegahan telah diterapkan, mulai dari patroli rutin, penyediaan sumber air dan sarana pemadaman, koordinasi lintas instansi, simulasi penanggulangan kebakaran, hingga pembatasan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Ke depan, evaluasi akan diarahkan pada penguatan sistem deteksi dini dan kesiapsiagaan di seluruh area TPA.

“Evaluasi mencakup efektivitas patroli selama 24 jam, pemetaan zona rawan, ketersediaan hidran dan jaringan air, akses kendaraan pemadam, prosedur penerimaan sampah, penerapan larangan merokok maupun pembakaran di area TPA, penggunaan kamera termal atau alat pendeteksi titik panas, hingga pengendalian dan penyaluran gas metana,” ungkapnya.

Selain aspek mitigasi, kondisi fisik timbunan sampah juga menjadi perhatian. Timbunan yang semakin tinggi dan padat menyebabkan bara api dapat bertahan di bagian dalam sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

“Evaluasi tidak hanya menyangkut prosedur kerja petugas, tetapi juga kondisi teknis serta kapasitas TPA yang saat ini menghadapi beban sangat besar,” ujarnya.

Di sisi lain, DLHK turut memantau dampak kebakaran terhadap masyarakat. Asap hasil pembakaran sampah berpotensi mengandung partikulat dan senyawa berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Untuk itu, Pemkot Depok berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta perangkat wilayah guna memantau kondisi masyarakat di sekitar lokasi. Pengukuran kualitas udara juga akan dilakukan di wilayah yang terdampak arah angin sebagai dasar penyusunan langkah penanganan.

“Kami tidak ingin menyatakan kondisi udara aman sebelum didukung hasil pemantauan dan pengukuran yang memadai,” kata Reni.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan apabila asap masih tercium, menutup pintu dan jendela, menggunakan masker sesuai standar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi.

Di tengah proses penanganan, pelayanan pengangkutan sampah tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian operasional tanpa mengesampingkan aspek keselamatan petugas maupun pengemudi.

Lebih lanjut, Reni menegaskan kebakaran di TPA Cipayung kembali menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem open dumping maupun penimbunan sampah tidak lagi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Meningkatnya volume sampah yang tidak diimbangi kapasitas lahan berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari kebakaran, longsor, pencemaran air lindi, emisi gas metana, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Pemkot Depok terus mempercepat modernisasi pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) dan penerapan teknologi pengolahan lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, memperpanjang usia layanan, menekan residu, sekaligus mengurangi risiko lingkungan.

Meski demikian, transformasi tidak cukup mengandalkan teknologi semata. Keberhasilannya juga ditentukan oleh pengurangan sampah dari sumber, pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, pengembangan ekonomi sirkular, serta konsistensi pengawasan terhadap seluruh rantai pengelolaan.

“Penanganan kebakaran tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Yang jauh lebih penting adalah mengurangi sumber risikonya, yaitu volume sampah yang terus masuk ke TPA. Pemerintah, dunia usaha, pengelola kawasan, dan masyarakat harus menjadi bagian dari solusi agar yang berakhir di TPA benar-benar hanya residu. Dari sanalah fondasi sistem persampahan yang aman, modern, tangguh, dan berkelanjutan dapat diwujudkan,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler