Depok | Sketsa Online – Ketua IWAPI Kota Depok sekaligus Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, dr. Karlina, MARS, mengapresiasi langkah Kodim 05/08 Depok dalam mengoptimalkan lahan tidur menjadi kawasan budidaya produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi contoh nyata bahwa lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan dapat diubah menjadi ruang produktif yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi penyediaan pangan, pelestarian lingkungan, maupun peningkatan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan.
Pandangan tersebut disampaikan usai menghadiri Program Ketahanan Pangan yang digelar Kodim di sisi Jalan Ir. H. Juanda, kawasan pinggir Tol Cijago, tepat di depan Mall Pesona Square, Sabtu (18/7/2026).
“Kegiatan tadi pagi merupakan kegiatan yang sangat positif dalam memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan yang produktif. Program ini tentu sangat mendukung ketahanan pangan, yang dibangun bukan hanya dari kelompok petani saja, tetapi juga melibatkan institusi-institusi yang turut bersama-sama memperkuat ketahanan pangan,” ujar dr. Karlina.
Ia menilai, tantangan perkotaan saat ini bukan hanya semakin terbatasnya lahan pertanian, tetapi juga bagaimana memanfaatkan ruang-ruang yang belum produktif agar memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Menurut dr. Karlina, ketahanan pangan tidak selalu harus diwujudkan melalui lahan yang luas. Pemanfaatan pekarangan rumah, lahan kosong, maupun ruang terbuka di kawasan perkotaan dapat menjadi alternatif untuk menghasilkan sayuran dan buah-buahan yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga sekaligus memperkuat ketersediaan pangan lokal.
“Jenis tanaman yang ditanam juga menjadi percontohan bagaimana kita bisa memaksimalkan lahan di perkotaan agar mampu dibudidayakan dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat, khususnya sayur dan buah,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, gerakan seperti ini juga memiliki nilai edukatif karena mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan melihat setiap lahan yang tersedia sebagai aset yang dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain menghasilkan pangan, penghijauan melalui budidaya tanaman juga berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, asri, dan nyaman.
Menutup pernyataannya, dr. Karlina mengungkapkan dirinya telah mengikuti kegiatan tersebut hingga pelaksanaan di titik ketiga. Hal itu menunjukkan gerakan pemanfaatan lahan produktif semakin berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada. Dengan begitu, lahan di perkotaan tidak lagi dibiarkan menjadi lahan tidur, tetapi dapat dibudidayakan menjadi lahan yang produktif, khususnya untuk tanaman sayur dan buah, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan bersama,” tutupnya. (el’s)



